Connect with us
PERTAMINA

Asuransi

Asuransi Asei Terus Ciptakan Tren Kinerja Positif

MediaBUMN

Published

on

Asuransi Asei

Asuransi Asei / PT Asuransi Asei Indonesia berhasil mencetak kinerja yang sangat baik jelang akhir semester I/2019, dimana anak usaha BUMN IndonesiaRe ini mencatat perolehan premi sebesar Rp136 miliar atau tumbuh sekitar 5% (year on year / sampai dengan periode Mei 2019).

Torehan tersebut menjadi indikasi yang sangat baik bagi Asuransi Asei untuk meraih pencapaian yang lebih positif pada periode-periode berikutnya, terlebih dengan adanya review beberapa perusahaan asuransi yang mengalami penurunan kinerja dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Director of Technical and Marketing PT Asuransi Asei Indonesia, Erickson Mangunsong mengatakan bahwa di tengah situasi industri asuransi nasional yang penuh tantangan, Asuransi Asei tetap kokoh perlahan menapakkan jati diri sebagai pemain asuransi keuangan yang handal. Dengan memiliki produk yang sangat lengkap, imbuh Erickson, Asuransi Asei sangat percaya diri mampu mem-provide segala bentuk kebutuhan akan asuransi keuangan.

Meskipun penuh dengan tantangan pada tahun pertama kepemimpinannya di perusahan, dimana disebut dengan tahun penyehatan bisnis, dirinya sangat optimis mampu mencapai target kinerja akhir tahun yaitu memperoleh premi sebesar Rp500 Miliar. Meskipun dalam kurun waktu 5 bulan di tahun 2019 ini baru memperoleh premi Rp136 Miliar, namun torehan tersebut berhasil tumbuh 5% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

“Masih banyak peluang dan potensi yang akan kami garap sampai dengan akhir tahun 2019 ini, sehingga kami akan tetap fokus mendorong pertumbuhan untuk mencapai target premi akhir tahun,” papar Erickson.

Asuransi Asei Optimis

Keyakinan Erickson akan target tersebut juga tercermin dari realisasi industri asuransi saat ini. Dimana pemain-pemain yang masih fokus pada perolehan premi di bawah Rp1 triliun biasanya sangat cepat sekali memperoleh pertumbuhan, bahkan sampai dengan memperoleh premi hingga Rp3 triliun.

“Sampai batas premi Rp3 triliun biasanya sudah mogok karena sangat sulit mengejar premi di atas angka tersebut. Salah satu alasannya karena sudah stagnan dengan core business nya. Jadi untuk menembus target premi Asuransi Asei yang Rp500 miliar bukan hal yang mustahil, kami sangat optimis dapat terealisasi di akhir tahun 2019,” jelas Erickson.

Dari pencapaian perolehan premi hingga periode Mei 2019 yang sebesar Rp136 miliar, Ericson memaparkan jika asuransi keuangan saat ini sudah lebih besar kontribusinya dibanding asuransi umum yang sebelumnya sangat dominan.

“Asuransi keuangan sudah berkontribusi sebesar 60% dan sisanya 40% adalah asuransi umum,” ujar Erickson.

Namun, lanjut Erickson pihaknya secara sengaja melakukan pengelolaan growth pada asuransi umum karena seperti diketahui di masa lalu track record nya kurang baik. Hal itu menjadi alasan mengapa hingga Mei 2019 premi Asuransi Asei belum mencapai 50% dari target akhir tahun yang sebesar Rp500 miliar.

“Salah satu alasannya karena kita masih me¬-manage pertumbuhan pada asuransi umum. Jadi dengan sengaja kita kendalikan sehingga asuransi umum terus mengalami penurunan.” jelas Erickson. []

Asuransi

Dewan Komisaris Asabri Dirombak! Ini Pilihan Erick Thohir

CHRIESTIAN

Published

on

Dewan Komisaris Asabri

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Dewan Komisaris Asabri / PT Asabri (Persero) dilakukan perombakan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Adapun perubahan Dewan Komisaris Asabri tersebut tertuang dalam pembacaan salinan Surat Keputusan Nomor: SK 228/MBU/09/2020 pada 15 September 2020.

Pembacaan Salinan tersebut dilaksanakan secara daring oleh Anindita Eka Wibisono selaku Plt Asisten Deputi Bidang Asuransi dan Jasa Lainnya Kementerian BUMN.

Keputusan BUMN (Menteri Badan Usaha Milik Negara), Erick Thohir menyatakan pemberhentian secara hormat Komisaris Independen yaitu Achmad Syukrani Harry Susetyo Nugroho dan menggantinya dengan I Nengah Putra Winata.

Selain itu terdapat pula nama Ida Bagus Purwalaksana yang dipercaya mengisi posisi sebagai Wakil Komisaris Utama.

Menurut Direktur Utama Asabri, Wahyu Suparyono, perombakan Dewan Komisaris Asabri tersebut diharapkan akan terus memperkuat tata kelola dan komitmen perseroan sebagai pengelola Asuransi Sosial bagi TNI, Polri, serta ASN Kemhan/Polri.

“Kami pastikan tetap terus meningkatkan layanan dan memastikan pembayaran manfaat kepada para peserta terlaksana secara berkualitas,” tambahnya.

Berikut Susunan Dewan Komisaris Asabri:

1. Komisaris Utama sekaligus Komisaris Independen: Fary Djemy Francis

2. Wakil Komisaris Utama Ida Bagus Purwalaksana.

3. Komisaris Independen I Nengah Putra Winata

4. Komisaris Rofyanto Kurniawan.

Continue Reading

Asuransi

Klaim Santunan Jasa Raharja Kini Dilengkapi Dengan SiVERA

GUNADI WITJAKSONO

Published

on

Klaim santunan

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Klaim santunan di PT Jasa Raharja kini dilengkapi dengan SiVERA atau Sistem Verifikasi Rawatan.

SiVERA merupakan integrasi serangkaian sistem dan prosedur antara Jasa Raharja dan TPA Admedika, untuk memberikan pelayanan terbaik bagi korban kecelakaan.

Penerapan SiVERA ini remsi dilaunching oleh PT Jasa Raharja pada Senin (14/9/2020) secara virtual.

Acara launching ini dihadiri oleh Direktur Utama PT Jasa Raharja, Direktur Utama PT Administrasi Medika, Direktur Keuangan PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero), dan sejumlah pejabat lainnya.

Direktur Utama PT Jasa Raharja, Budi Rahardjo mengatakan, untuk meningkatkan kualitas pelayanan bagi korban kecelakaan, perlu solusi melalui suatu sistem yang terintegrasi.

Untuk melakukan verifikasi biaya rawatan korban kecelakaan di rumah sakit secara lebih profesional, cepat dan tepat, sehingga dapat dipastikan biaya rawatan yang diberikan sesuai dengan indikasi medis.

“Hal itu dapat diwujudkan dengan penerapan SiVERA, mulai dari proses penjaminan hingga mendapatkan layanan perawatan selama di rumah sakit. Sistem ini juga didukung aplikasi yang dapat memonitor aktivitas rawat inap peserta dari admission hingga discharge,” jelasnya.

Manfaat Klaim Santunan

Budi menjelaskan, analisis dan verifikasi klaim santunan juga sesuai dengan indikasi medis dilakukan oleh Tenaga Ahli bidang medis, sehingga menghasilkan rekomendasi biaya yang valid.

Melalui penerapan SiVERA, diharapkan biaya rawatan yang diterima korban kecelakaan bisa berjalan secara optimal, efektif dan tepat guna.

“Hal ini sebagai upaya pemulihan korban kecelakaan yang merupakan tugas pokok utama dari Jasa Raharja. Penerapan SiVERA juga bagian dari transformasi bisnis Jasa Raharja untuk memperkuat lagi sistem tata kelola pelayanan santunan berbasis data analysis dan menyesuiakan perkembangan industri 4.0 dan konteks governance risk control,” ungkapnya.

Budi Rahardjo menambahkan, pihaknya senantiasa memastikan para korban kecelakaan yang terjamin Jasa Raharja mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal, dan valid.

Dengan dilakukannya case monitoring setiap hari bagi para korban kecelakaan melalui aplikasi SiVERA, akan diperoleh laporan yang teraudit dari pengelolaan jaminan klaim kecelakaan dengan cepat.

Dengan data tindakan dan penggunaan obat yang akurat, akan mampu mencegah terjadinya kecurangan (fraud).

“Maka potensi terjadinya kesalahan dalam proses klaim santunan Jasa Raharja juga bisa ditekan. Jadi proses pelayanan santunan menjadi tertata lebih baik lagi,” ujarnya.

Diketahui, penerapan SiVERA akan dimulai di enam Kantor Cabang PT Jasa Raharja, yaitu Kantor Cabang Utama DKI Jakarta, Kantor Cabang Sumatera Utara, Kantor Cabang Utama Jawa Barat, Kantor Cabang Maluku, Kantor Cabang Sulawesi Selatan, dan Kantor Cabang Kalimantan Timur.

“Selanjutnya akan dilaksanakan evaluasi secara bertahap shingga bisa diterapkan secara menyeluruh di tiap kantor cabang,” tandasnya. []

Continue Reading

Asuransi

Premi Engineering Jasindo Tumbuh 22,28 Persen

EKO PRASETYO

Published

on

Premi Engineering

MEDIABUMN.Com, Jakarta – Premi Engineering PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) atau Jasindo tetap bertumbuh di tengah kondisi pandemi Covid-19. Hal itu terbukti dari capaian pendapatan premi engineering Jasindo hingga Mei 2020 senilai Rp63,42 miliar, tumbuh sebesar 22,28 persen secara tahunan (year on year) dibandingkan periode yang sama di tahun 2019 sebesar Rp51,87 miliar.

Direktur Pengembangan Bisnis Jasindo, Diwe Novara mengatakan lini bisnis premi engineering Jasindo masih bisa tumbuh meskipun pandemi covid-19 menekan banyak perusahaan asuransi.

Pertumbuhan premi engineering Jasindo didukung dari proyek-proyek yang masih berjalan di tahun 2020.

“Kami perkirakan bisnis engineering akan turun hingga 28 persen sampai akhir tahun ini. Akan tetapi Jasindo tetap menargetkan bisnis engineering sama dengan tahun 2019 ytiu sebesar Rp 318.402 miliar,” ujar Diwe, Selasa (28/7/2020).

Hingga Mei 2020, total pendapatan premi Jasindo mencapai Rp 1,32 triliun, turun sebesar 14,55 persen dibandingkan tahun lalu sebesar Rp1,55 triliun.

Meski mengalami penurunan, menurut Diwe ada beberapa segmen (cop) yang mengalami kenaikan, seperti engineering, aviation, dan marine hull.

Sedangkan cob yang mengalami penurunan yaitu properti, kargo, kendaraan, minyak dan gas, aneka, kesehatan, kredit, bonding, liability, hingga personal accident.

“Untuk tahun ini, kami tetap optimistis mengejar ketinggalan akibat pandemi Covid-19. Kami targetkan presmi sebesar Rp4,93 triliun di tahun 2020, meski nilai premi itu turun 8,4 persen dari tahun lalu sebesar Rp5,39 triliun,” ungkapnya.

Sementara Dody Achmad Dalimunthe selaku Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mengatakan kondisi pandemi ini memaksa pemerintah membuat kebijakan prioritas.

Menurutnya, jika proyek-proyek konstruksi menurun, akan berpengaruh pada permintaan asuransi engineering, sebab asuransi engineering mengikuti aktifitas kegiatan konstruksi.

Hingga kuartal pertama 2020 pendapatan premi engineering secara industri mencapai Rp700,39 miliar, tumbuh 28,9 persen (yoy) dibandingkan periode serupa di tahun 2019 senilai Rp543,26 miliar.

“Jika pandemi Covid-19 berlanjut sampai triwulan keempat tahun ini, maka total premi asuransi umum di akhir tahun bisa turun 15 persen sampai 25 persen dibandingkan tahun lalu. Scenario terburuk bisa sampai minus 35 persen,” papar Dody.

Menghadapi tekanan bisnis ini, ada beberapa hal yang perlu dilakukan oleh industri asuransi umum.

“Mulai dari penyesuaian dan perubahan proses bisnis dengan implementasi teknologi digital. Juga melakukan kontrol biaya untuk efisiensi biaya operasional. Juga bisa melakukan seleksi dengan membatasi penerbitan Polis hanya untuk claim ratio rendah terkendali,” tutupnya. []

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM

error: Content is protected !!