Connect with us
PERTAMINA

CEO TALK

Asuransi Asei Perkuat Digitalisasi dan Tingkatkan Kompetensi Milenial

Published

on

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Sebagai anak usaha BUMN, PT Asuransi Asei Indonesia hadir menjadi perusahaan asuransi yang lebih dinamis dan mampu menghadapi tantangan serta persaingan di industri. Asei memiliki visi menjadi perusahaan asuransi keuangan terkemuka dan terpercaya di Indonesia melalui layanan terintegrasi berbasis teknologi.

Menurut Direktur Utama PT Asuransi Asei Indonesia Arie Surya Nugraha, Asei berupaya mewujudkan visi tersebut dengan mengembangkan infrastruktur teknologi informasi sebagai prasyarat dalam mendukung kelancaran proses operasional bisnis di masa new normal. Di tengah kondisi yang cukup sulit saat ini, Asei terus melangkah untuk melakukan perbaikan di segala aspek, melalui dukungan sistem teknologi informasi.

Saat itu, Asei telah selesai membangun sistem aplikasi pemasaran digital yang siap diimplementasikan dalam waktu dekat. Sistem aplikasi ini hadir untuk menunjang kegiatan pemasaran yang lebih masif di seluruh wilayah operasional bisnis perusahaan, di tengah pemberlakuan social distancing saat pandemi Covid-19.

Bagi Asei, pengembangan infrastruktur teknologi informasi merupakan prasyarat dalam mendukung kelancaran proses operasional bisnis ke depan. Di tengah kondisi yang cukup sulit saat ini, Asei terus melangkah untuk melakukan perbaikan di segala aspek melalui dukungan sistem teknologi informasi.

Selain itu, percepatan kinerja bisnis juga dilakukan melalui program host to host dengan sumber bisnis. Hal lain yang menjadi prioritas di tahun 2021 yaitu dukungan sistem IT dalam merespon keluhan dan saran dari nasabah.

Arie berharap, Asei mampu mengembalikan posisi sebagai perusahaan asuransi BUMN yang diandalkan setidaknya dalam lima tahun ke depan. Indikator peningkatan performa tersebut akan dibuktikan dengan capaian produksi premi yang diharapkan bisa menembus angka Rp1 triliun.

Perusahaan bisa mencapai pertumbuhan secara berkelanjutan jika Asei melakukan perbaikan dan perubahan, terutama dengan menerapkan tata kelola perusahaan, dan manajemen risiko yang baik. Salah satu upaya teknis yang dilakukan adalah mewajibkan seluruh kepala divisi dan kepala cabang perusahaan untuk memperoleh pendidikan dan pelatihan manajemen risiko.

Asuransi

Tongkat Estafet di Generasi Milenial

Dari sisi Sumber Daya Manusia (SDM), Asei terus berupaya meningkatkan keahlian para tenaga kerjanya. Salah satu usaha yang dilakukan adalah melakukan pemetaan kompetensi SDM melalui assessment eksternal. Jika terdapat kekurangan dari berbagai divisi, maka perusahaan akan terus melakukan perbaikan, misalnya melalui pelatihan-pelatihan.

Di masa mendatang, menurut Arie, generasi milenial akan menempati posisi-posisi penting di dalam struktur perusahaan. Maka itu, perusahaan terus meningkatkan kemampuan dan keahlian karyawan di level menengah yang nantinya akan menjadi pemimpin perusahaan.

Selain softskill dan hardskill, generasi milenial yang menjadi tenaga kerja perusahaan juga diharapkan memiliki integritas yang tinggi dalam bekerja. Hal itu akan menjadi tolak ukur untuk mengetahui performa perusahaan di masa mendatang.

Jika kemampuan, keahlian dan integritas dapat dipenuhi, bukan tak mungkin Asei mampu memenuhi target pertumbuhan kinerja perusahaan. Rasanya hal itu sudah lebih dari cukup untuk bisa memberikan tongkat estafet Asei ke generasi milenial yang akan menjadi generasi penerus perusahaan di masa mendatang.

“Melalui serangkaian strategi dan program strategis yang telah dicanangkan, serta kondisi pandemi Covid-19 yang mulai mereda, Asei yakin dapat melalui tahun ini dengan kinerja bisnis yang gemilang,” tutup Arie. []

CEO TALK

Berjuta Pengalaman Denny Firdaus Tapaki Karir di Industri Hotel & Pariwisata

Published

on

Denny Firdaus

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Denny Firdaus saat ini tercatat sebagai General Manager Swiss-Belresort Dago Heritage Bandung. Di bawah leadershipnya, ia dinilai sukses membawa kemajuan bagi hotel yang terletak di di kompleks Lapangan Golf Dago Heritage 1917 tersebut

Petualangan karir yang panjang dan berliku mengiringi perjalanan hidup Denny Firdaus, hingga akhirnya mencapai titik posisi yang boleh dibilang “impian” bagi orang yang berkarir di industri perhotelan.

Tentu tidak mudah, butuh waktu dan pengalaman panjang sehingga mampu mengasah kematangan dan pengalaman seseorang untuk mencapai level tertinggi pada industri ini.

Sejak muda, Denny memulai karir dari posisi paling bawah. Saat masih kuliah, ia mencoba peruntungan dengan menjadi petugas penghubung atau Liaison Officer dalam acara Indonesia International Skydiving Championship pada 1989.

Sejak saat itu, Denny mulai berpikir untuk terus menjalani pekerjaan di bidang event organizer dan pariwisata karena menganggap sektor ini memiliki prospek yang baik dan bisa menghasilkan pendapatan mumpuni.

Selepas lulus kuliah di Universitas Dhyana Pura Bali, Denny melamar pekerjaan di bidang perhotelan dan menjadi Front Office Supervisor di Bali Anggrek Inn, Kuta. Kurang dari satu tahun, Denny beralih profesi menjadi tour guide di wilayah Sanur, sebelum akhirnya kembali bekerja di hotel, dan menjadi Receptionist di Natour Kuta Beach Hotel.

Tak berselang lama, Denny mencoba peruntungan di industri pesiar, dengan menjadi awak kapal pesiar yang melancong ke berbagai negara. Saat itu, yang ada di dalam bayangannya hanya kesenangan bisa berkeliling dunia gratis, tanpa memikirkan bagaimana lelahnya bekerja di kapal pesiar sepanjang hari tanpa kenal waktu.

Setelah menjalani berbagai pelatihan, Denny berlayar hingga ke Florida, Amerika Serikat, dan Alaska. “Mungkin itu pengalaman yang tak terlupakan bagi saya, melihat negara-negara lain dari kacamata yang berbeda. Tidak semua orang punya kesempatan itu,” katanya.

Memulai dari Level Terendah

Setelah berlayar, Denny kembali ke daratan Pulau Dewata dan melanjutkan pengabdian dirinya menjadi petugas hotel di wilayah Kuta. Sejak saat itu, ia mulai memikirkan masa depan karir dan memiliki keinginan untuk menaikkan level tantangan dalam hidupnya dengan menjadi Assistant Front Office Manager.

Pada akhirnya, Denny menghentikan petualangan karirnya dan kembali berlabuh di hotel bintang lima di kawasan Jimbaran hingga bertahan selama lebih dari 7 tahun. Saat itu, Ia dipercaya memegang beberapa jabatan yang cukup krusial, antara lain, menjadi Night Manager, Manager on Duty, dan Assistant Reservation and Communication Manager. Dan cita-cita untuk mengembangkan karir mulai terpikirkan.

Bak gayung bersambut, hingga kemudian ada tawaran lain di Hotel Cabang International lainnya untuk berkarir sebagai Reservation Manager dan kemudian menjadi Resort Call Center Services Manager, yang mana Denny menghabiskan waktu 11 tahunnya di hotel yang berlokasi juga di Jimbaran tersebut.

Hingga kemudian tersadar untuk waktu 11 tahun yang cukup panjang itu, “Saat itu saya berpikir, masa segini aja, pasti saya bisa lebih maju,” ucapnya.

Yang mana, tantangan baru sebagai Rooms Division Manager dia raih dari salah satu resort berbintang 5 yang berlokasi di Ungasan, Bali.

Sampai akhirnya, setelah 3 tahun mengabdi di resort bintang 5 tersebut, Denny menjawab tantangan dan mengambil jabatan sebagai direktur operasi di salah satu hotel bagian dari Hotel Cabang Internasional.

Denny beberapa kali diberi kesempatan dan dipercaya oleh salah satu Hotel Cabang Internasional untuk menampuk tanggung jawab sebagai acting General Manager di hotel-hotel yang berlokasi di Belitung, Seminyak (Bali), Manado, termasuk salah satunya hotel yang masih dalam tahapan proyek penyelesaian di daerah Balikpapan.

“Tantangannya sangat besar dalam hal mengejar deadline (tenggat waktu), tapi kalau soal menyusun sistem dan manajemen dari awal itu lebih enak karena tahu titik detailnya seperti apa,” ujar pria kelahiran Bogor, 18 September ini.

Dalam melewati tantangan tersebut, Ia mengaku memiliki sejumlah strategi. Salah satunya, berupaya beradaptasi dengan lingkungan baru yang dikelolanya. Selain itu, ia berupaya menjalankan pekerjaan secara detail dan mengurangi celah kesalahan.

Continue Reading

CEO TALK

Menteri Pariwisata dan ekonomi Kreatif Nilai The Kitchen of Asia dapat Jadikan Medan Ibu Kota Kuliner Indonesia

Published

on

Menteri Pariwisata

Menteri Pariwisata dan ekonomi Kreatif Nilai The Kitchen of Asia dapat Jadikan Medan Ibu Kota Kuliner Indonesia

Continue Reading

CEO TALK

Bobby Nasution Tinjau Pembetonan Gang Lomba Tanjung Mulia Hilir Medan Deli

Published

on

Bobby Nasution
Continue Reading

BNI

Label

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM

error: Content is protected !!