Connect with us
PERTAMINA

Asuransi

Posisi Likuiditas Semakin Baik, Asuransi ASEI Kian Optimis Menatap Kinerja

MediaBUMN

Published

on

Asuransi ASEI kini semakin percaya diri menapaki core kompetensi bisnisnya sebagai asuransi keuangan. Penguatan struktur keuangan yang baik semakin memupuk kepercayaan manajemen untuk melesatkan kinerja yang lebih baik di tahun 2018. Sempat terseok-seok di awal spin off menjadi anak perusahaan, namun berkat kekuatan keuangan, SDM, infrastruktur serta jaringan bisnis yang lebih solid, perusahaan yang mengalami masa emas di tahun 2013 lalu, kini semakin optimis mampu membidik premi mencapai Rp800 Miliar di tahun ini.

Menurut Direktur Pengembangan PT Asuransi Asei Indonesia, M. Syamsudin Cholid, selama fase 3,5 tahun pasca spin off menjadi anak perusahaan dari holding PT Indonesia Re (Persero), dari sisi kinerja harus diakui bahwa dimasa lalu bisa dikatakan sangat sulit. Dari sisi produksi yang dirasakan sangat berat, pun demikian dari sisi keuangan. Hal yang sama dari sisi ekuitas! dimana portofolio yang dikembangkan dengan nilai ekuitas pada waktu itu sekitar Rp880 Miliar dan dipangkas menjadi Rp550 Miliar dengan portofolio yang sama setelah dilakukan spin off sehingga keseimbangannya pun sangat terganggu.

Hingga pada akhir 2017 lalu adanya aksi korporasi yang sangat baik menjadi angin segar bagi manajemen untuk menapaki bisnis yang lebih optimis. Dimana Asuransi Asei mendapatkan pinjaman subordinasi dari perusahaan holding sebesar Rp257 Miliar yang sudah cair semuanya, dan diharapkan dengan dana segar tersebut dapat memulihkan kembali ekuitas yang dulu sempat terpangkas.

“Dengan penguatan likuiditas yang cukup besar yaitu Rp257 Miliar tersebut, tahun ini Asuransi Asei telah memposisikan jatidirinya jauh menjadi lebih baik,” jelas pria yang akrab disapa Syam tersebut.

Seperti diketahui bahwa Asuransi Asei kini telah kembali kepada core kompetensinya yaitu sebagai asuransi keuangan. Bagaimana perusahaan mampu meyakinkan pasar sekaligus menggenjot kinerja di sektor tersebut? Selain adanya penguatan modal dengan pinjaman subordinasi yang mencapai seperempat triliun tersebut, Syam memaparkan bahwa Asuransi Asei kini telah memiliki manajemen bisnis yang jauh lebih solid. Dengan dukungan SDM yang mumpuni berkompetensi tinggi di sektor asuransi keuangan yang sejatinya memang menjadi spesialisasi perusahaan selama berpuluh-puluh tahun bergelut di bidang tersebut.

Laman: 1 2

Asuransi

Jiwasraya dan Asabri Punya 13 Persen Saham PP Properti

Alfian Setya Saputra

Published

on

Jiwasraya dan Asabri

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Jiwasraya dan Asabri tengah menjadi sorotan tajam masyarakat menyusul gagal bayar dana nasabah Jiwasraya dan sejumlah dugaan korupsi di tubuh Asabri yang nilainya fantastis mencapai Rp10 triliun.

Adapun portofolio investasi kedua BUMN asuransi ini pada saham emiten-emiten di lantai bursa mengalami penurunan yang cukup tajam. Salah satunya investasi pada emiten PPRO (PT PP Properti Tbk).

Berdasarkan laporan BEI, sejak awal tahun hingga kemarin (20 Januari) harga saham PPRO terkoreksi hingga 16,18 persen ke level Rp57 per saham. Adapun dalam satu minggu terakhir nilai saham PPRO tergerus hingga minus 13,64 persen.

Kepada mediabumn Direktur Keuangan PT PP Properti Indaryanto mengatakan bahwa apabila dijumlah saham Jiwasraya dan Asabri pada PPRO mencapai 13 persen.

“Porsinya Jiwasraya dan Asabri masing-masing 13 persen dan 5 persen. Sampai dengan kemarin porsi kepemilikan saham kedua perusahaan pelat merah itu belum berubah,” terang Indaryanto.

Pergerakan saham PPRO yang volatil ini menurutnya diluar kendali perusahaan karena seluruh pergerakan saham mengacu terhadap mekanisme pasar.

“Pergerakan saham Jiwasraya dan Asabri yang turun pada PPRO adalah diluar kendali manajemen. Kami tidak tahu soal itu,” ujarnya. []

Continue Reading

Asuransi

Jiwasraya Memanas! Ini Pernyataan Erick Thohir

MediaBUMN

Published

on

Jiwasraya

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Jiwasraya sampai dengan saat ini penyelesaiannya masih belum menemukan titik terang, bahkan saat ini isu berkembang menjadi bola panas yang liar.

Bahkan, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir pun tidak terlepas dari tuduhan terkait kasus gagal bayar oleh Jiwasraya. Erick dituduh turut merampok uang nasabah.

“Dibilang saya mengambil uang, saya bingung. Kan baru datang, kita baru mau bersih-bersih,” ujarnya di Tangerang (5/1).

Ia mengaku sangat kesal dengan adanya tudingan tersebut. Bahkan ia juga mendengar ada juga tudingan bahwa ada orang dalam istana terlibat kasus Jiwasraya.

“Bahkan nama Presiden Joko Widodo pun turut disebut-sebut. Ya mohon maaf sekarang banyak diplesetkan. Dibilanglah Pak Jokowi yang ambil, dibilanglah istana yang ambil. Ini kan jangan-jangan kebalik, yang neriak-neriak ini jangan-jangan yang ketakutan ini dibongkar,” tegas Erick.

Lebih lanjut Erick juga mendapat informasi bahwa akan ada demo pada pekan depan. Demo tersebut menyasar kantor Kementerian BUMN, KPK, dan depan Istana Negara.

“Mungkin karena banyak oknum-oknum yang gerah, yang selama ini menjarah Jiwasraya,” lanjutnya.

Pernyataan Erick Thohir Soal Isu Jiwasraya:

Kita membentuk holdingnisasi Jiwasraya. Di mana holdingisasi Jiwasraya ini akan ada cashflow Rp 1.5 triliun – Rp 2 triliun. Sehingga nasabah-nasabah yang selama ini tidak ada kepastian akan ada cashflow bergulir. Karena tidak boleh di setop.

Tetapi yang kita setop tadi, kembalinya oknum-oknum yang merampok Jiwasraya. Mohon maaf, sekarang banyak dipelesetkan, dibilanglah Pak Jokowi yang ambil, dibilanglah istana yang ambil.

Inikan jangan-jangan kita balik, yang teriak-teriak ini jangan-jangan yang ketakutan ini dibongkar.

Bahkan saya dengan minggu depan, Istana, KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), dan Kantor BUMN akan di demo. Dibilang saya yang mengambil uang, saya bingung. Baru datang, kita mau bersih-bersih.

Nah ini yang saya tidak tahu. Mungkin banyak oknum-oknum yang gerah yang selama ini menjarah Jiwasraya. Nah sekarang, Pak Jaksa Agung sudah masuk untuk (ditindaklanjuti) ke proses hukum.

Tentunya untuk masalah hukum bukan wilayah saya dan Ibu Sri Mulyani (Menteri Keuangan). Saya dan Ibu Sri Mulyani memastikan nasabah itu mendapatkan kepastian dana yang wajib mereka terima.

Proses itu berlangsung 1-4 tahun. Kita juga cari skema-skema lainnya. Intinya Pemerintah Jokowi mencari solusi dan bertanggungjawab dan tidak melarikan diri.

Tapi kalau dituduh-tuduh dan dibilang kita ini rampok. Saya rasa teman-teman media tahulah siapa yang rampok. []

Continue Reading

Asuransi

Banyak Saham Gorengan di Jiwasraya, Ini Kata Kementerian BUMN & OJK

MediaBUMN

Published

on

saham gorengan

MEDIABUMN.COM, Jakarta – PT Asuransi Jiwasraya (Persero) saat ini sedang diterpa permasalahan serius. Salah satunya adalah banyaknya saham gorengan di Jiwasraya yang notabene perusahaan pelat merah.

Hal tersebut jugalah yang membuat Kementerian Badah Usaha Milik Negara (BUMN) angkat bicara.

Disampaikan Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga di Jakarta, Kamis (21/11), ada tiga persoalan utama yang menjadikan Jiwasraya belum bisa menunaikan kewajibannya kepada para nasabah.

Diketahui Jiwasraya saat ini memang sedang menghadapi masalah setelah terpaksa menunda pembayaran kewajiban polis jatuh tempo.

Hal ini juga membuat persuhaan kesulitan pembayaran polis jatuh tempo terdapat di produk bancassurance.

Apalagi, Jiwasraya pernah menawarkan skema roll over kepada pemegang polis yang pembayaran klaimnya ditunda.

Bahkan untuk nilai Produk JS Saving Plan yang ditunggak mencapai Rp 805 miliar.

Disinyalir persoalan di Jiwasraya semakin keruh hal ini salah satunya dikarenakan perusahaan tersebut sedang mengalami masalah keuangan lantaran kerugian investasi di saham-saham ‘gorengan’ yang dilakukan oleh manajemen Jiwasraya terdahulu.

“Namun ada tiga titik persoalan yang mengarah sulitnya keuangan di Jiwasraya dan tengah diupayakan, pertama produknya memberikan gain lebih tinggi dari produk asuransi lainnya,” kata dia.

Akan tetapi menurutnya hal tersebut agak sulit untuk diteliti lebih jauh.

“Kan produk ada persetujuan dari nasabah, jadi mereka bisa berkelit kalau hal tersebut sudah disetujui, kalau nggak layak kan nggak disetujui,” tambahnya.

Selanjutnya yang kedua, disampaikan Arya, saat ini yang tengah dilakukan adalah meminta untuk segera diselidiki Kejaksaan Agung apakah ada persekongkolan (kongkalikong) sampai membuat investasi yang dibuat jadi kolaps seperti saat ini.

“Karena jika dilihat lihat dari saham perusahaan yang diinvestasikan Jiwasraya adalah betul saham gorengan,” terangnya.

“Saya ini juga kan main saham, jadi tau kalau itu gorengan, fundamentalnya digoreng di saat tertentu. Makanya itu, kita minta Kejaksaan teliti,” tambahnya.
Ketiga disampaikannya, pihak Kementerian BUMN tengah mencari laporan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), laporan tersebut akan menjadi acuan atau pegangan bagi Kejaksaan.

Sementara, di tempat lain, Kepala Departemen Pengawasan Industri Keuangan Non Bank Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Ahmad Nasrullah juga ikut menanggapi kondisi Jiwasraya saat ini.

“Hal ini memang telah disampaikan. Saat ini Jiwasraya dalam proses penyehatan. Sudah dilakukan sinergi antara pemegang saham dengan manajemen yang baru, apalagi kan pemegang sahamnya itu sudah jelas (pemerintah),” kata Nasrullah.

Nasrullah juga mengatakan, saat ini juga Jiwasraya tengah dalam proses masuknya investor.

Kurang lebih, kata dia, ada 2 sampai 3 calon investor asing yang akan masuk untuk membantu Jiwasraya kembali sehat melalui anak usahanya, yakni Jiwasraya Putra. []

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM