Connect with us
PERTAMINA

CEO TALK

Asuransi Asei Dorong Penterasi Pasar Asuransi Perdagangan

Published

on

Perdagangan

MEDIABUMN.COM, Jakarta – PT Asuransi Asei Indonesia terus melakukan peningkatan portofolio bisnisnya dengan menyasar market yang potensial melalui berbagai saluran bisnis baik melalui direct sales maupun kerjasama dengan agen dan broker.

Menurut Direktur Teknik & Pemasaran PT Asuransi Asei Indonesia, Marah Kerma M. Manurung, untuk asuransi perdagangan, Asei memiliki strategi khusus melalui aliansi strategis dengan lembaga pemerintah, asosiasi dan mitra pengusaha/eksportir lainnya di seluruh wilayah operasional cabang Asei.

“Kami menggunakan istilah building partnership dimana Asei bersinergi dengan Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (DJPEN) dan asosiasi-asosiasi eksportir nasional,” ujar Kerma.

Asei juga mengarahkan seluruh kantor cabang untuk mengadakan pertemuan dengan para eksportir, baik perusahaan besar maupun Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Pertemuan dilakukan untuk mensosialisasikan Asei sebagai perusahaan, sekaligus mengenalkan produk-produk asuransi perdagangan ekspor.

Kantor cabang Asei juga berupaya melakukan pembinaan dan pelatihan kepada UKM di wilayah masing-masing. Hal itu terutama terkait prosedur melakukan ekspor dan pentingnya menggunakan asuransi ekspor dalam melakukan aktivitas perdagangan internasional.

Seperti yang belum lama ini dilakukan di Yogyakarta, dimana Asei melakukan sinergi dengan Kadin DIY dalam mendorong peningkatan serta pengembangan pasar ekspor di wilayah Yogyakarta, sekaligus mengoptimalkan layanan proteksi asuransi terbaik yang dapat diberikan oleh Asuransi Asei.

Dalam kolaborasi yang dibangun bersama Kadin DIY tersebut, ke depannya diharapkan mampu menjawab keraguan para ekportir sehingga mereka merasa terlindungi dan senantiasa terus melakukan penetrasi pasar ke negara-negara potensial sekaligus dapat terus mencetak eksportir baru yang handal dan berdaya saing.

Menurut Kerma, Asei terus melakukan sosialisi terkait adanya produk asuransi perdagangan khususnya kepada UKM-UKM yang tersebar di seluruh nusantara. Pasalnya, masih banyak yang belum mengetahui keberadaan adanya asuransi perdagangan.

“Ini yang menjadi PR bagi kami untuk terus melakukan campaign brand Asei itu sendiri! Banyak UKM-UKM yang masih belum mengetahui keberadaan Asei sebagai asuransi yang memberikan proteksi terhadap usaha perdagangan. Ini yang menjadi tugas kami mengudaksi kepada mereka betapa pentingnya proteksi terhadap keberlangsungan usaha mereka,” jelas Kerma.

Lebih lanjut Kerma mengatakan bahwa dalam rangka HUT PT Asuransi Asei Indonesia ke-7, Asei akan melakukan sosialisasi produk asuransi kredit perdagangan kepada target sekitar 400 eksportir.

“Dimana nantinya tentu akan disampaikan bahwa Asei hadir dengan menawarkan produk asuransi perdagangan yang mampu memberikan proteksi atas kegagalan pembayaran dari pembeli, sehingga para eksportir tidak perlu khawatir akan risiko-risiko yang akan dihadapi terutama terkait transaksi perdagangannya,” ujar Kerma.

Asei, seperti diketahui memiliki perjalanan panjang yang mampu mengasah pengalaman dan kemampuan dalam mengelola bisnis asuransi khususnya perdagangan (ekspor). Asei merupakan pelopor dalam penjualan Asuransi Perdagangan.

Berdasarkan sejarahnya, dimana sejak tahun 1985 (dengan nama awal PT Asuransi Ekspor Indonesia/Persero) perusahaan ini didirikan oleh pemerintah dalam rangka komitmen pemerintah untuk mendorong peningkatan ekspor nasional serta meningkatkan pembangunan ekonomi. Di sisi lain, Asei juga dipercaya pemerintah sebagai Export Credit Agencies (ECA) Indonesia (Lembaga Asuransi Ekspor Dunia).

“DNA-nya Asei itu adalah asuransi ekpor dalam hal ini adalah perdagangan! Dengan pengalaman tersebut, ke depan kami optimis mampu memenangkan persaingan dan dapat tumbuh sebagai market leader,” pungkas Kerma.

Asei juga memiliki hubungan yang sangat baik dengan jaringan bisnis internasional, dimana Asei memiliki memiliki sinergi dengan lembaga-lembaga Export Credit Agencies (ECA) internasional, seperti NEXI-Jepang, KSure-Korea, TEBC–Taiwan dan beberapa ECA lainnya.

“Asei terdaftar sebagai anggota asosiasi berskala internasional antara lain yaitu Berne Union (lembaga asuransi ekspor dunia) dan Aman Union atau dikenal dengan Export Credit Agencies (ECA),” pungkas Kerma.

DORONG DIGITALISASI

Asuransi Asei senantiasa terus mengedepankan pelayanan yang prima dengan memberikan beragam kemudahan bagi para nasabahnya. Dalam upaya mendorong pelayanan tersebut, Asei tentunya bersandar kepada pelayanan berbasis teknologi digital sebagai backbone dalam mendukung kelancaran proses operasional bisnisnya.

Terlebih di masa pandemi saat ini, dimana seluruh industri dipaksa bergerak cepat untuk beradaptasi dengan segala bentuk perubahan dan dinamikanya.

“Kami terus mendorong digitalisasi dalam segala proses bisnis utamanya di pandemi saat ini. Seluruh kebutuhan meeting manajemen baik itu dari kantor pusat maupun cabang dilakukan melalui zoom. Karena memang kondisi ini memaksa kita agar secepatnya bisa beradaptasi terhadap teknologi digital,” ujar Kerma.

Lebih lanjut Kerma mengatakan bahwa di tengah kondisi yang cukup sulit tersebut, manajemen Asei senantiasa terus melangkah untuk melakukan perbaikan di segala aspek pelayanan melalui dukungan sistem teknologi informasi.

“Kami terus melakukan improvement terhadap layanan yang diberikan kepada seluruh mitra bisnis melalui dukungan teknologi,” tambah Kerma.

Dengan proses pengembangan IT yang terus dilakukan, imbuh Kerma, ke depannya diharapkan keseluruhan kegiatan operasional perusahaan khususnya dalam pemberian layanan kepada nasabah dapat terintegrasi dan mudah diakses.

Saat ini Asei juga terus berupaya menghadirkan beberapa layanan yang berbasis mobile app. Sistem aplikasi ini hadir untuk menunjang kegiatan pemasaran yang lebih massif di seluruh wilayah operasional bisnis perusahaan, di tengah pemberlakuan social distancing saat pandemi Covid-19.

Selain itu, percepatan kinerja bisnis juga dilakukan melalui program host to host dengan sumber bisnis. Hal lain yang menjadi prioritas di tahun 2021 yaitu dukungan sistem IT dalam merespon keluhan dan saran dari nasabah.

Perdagangan

Karena menurut Kerma, Asei akan mampu mencapai pertumbuhan secara berkelanjutan apabila terus melakukan perbaikan dengan tetap memprioritaskan pelayanan yang prima.

Pengembangan teknologi tersebut tentu juga berjalan beriringan dengan pengembangan SDM (Sumber Daya Manusia) Asei. Kerma mengatakan bahwa manajemen terus mendorong kompetensi SDM yang mampu berdaya saing pada industri.

“Selain softskill dan hardskill, SDM Asei yang rata-rata dihuni oleh generasi milenial ini tentu memiliki integritas yang tinggi dalam pekerjaan. Bukan hanya kemampuan dalam bekerja saja, manajemen juga senantiasa mendorong agar SDM Asei menanamkan sikap yang amanah dalam bekerja, berkompeten, harmonis terhadap lingkungan, loyal terhadap perusahaan, adaptif dan mampu bersinergi dengan baik (kolaboratif). Hal tersebut merupakan bentuk implementasi Asei terhadap core value AKHLAK BUMN yang gaungkan oleh Menteri BUMN Erick Thohir,” Tutup Kerma. []

CEO TALK

Rencana Bisnis Bank Papua: Kuatkan Daya Saing

Published

on

Bank Papua

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Pada dasarnya, Bank Papua memiliki sejumlah target kinerja yang tercantum dalam rencana bisnis periode 2023-2027. Secara garis besar meliputi, peningkatan daya saing, penguatan ketahanan kelembagaan, dan peningkatan kontribusi terhadap pembangunan daerah.

Secara rinci dijelaskan, Bank Papua akan melakukan penguatan berkelanjutan terkait platform bisnis. Inisiatif strategis dan eksekusi dititikberatkan pada bidang terkait pondasi dan pendukung pada rencana strategis 2017-2022 yang masih memerlukan penyempurnaan.

Selain itu, perusahaan juga akan memperkuat pemasaran dan penjualan untuk akselerasi pertumbuhan sektor terseleksi. Inisiatif strategis dan eksekusi dititikberatkan pada penguatan perangkat pemasaran dan penjualan produk dana dan kredit produktif UMKM untuk perluasan basis konsumen.

Strategi utama akan dieksekusi melalui 7 Bidang Utama yang menjadi prioritas alokasi dan utilisasi sumber daya Bank Papua 2023-2027. Ketujuh bidang utama yang dimaksud antara lain: (1) Layanan, Marketing dan Sales (dana dan kredit produktif UMKM). (2) Risk Management dan Kepatuhan. (3) Human Capital Management dan Corporate Culture. (4) Jaringan Distribusi dan Organisasi. (5) Teknologi. (6) Pengendalian Keuangan. (7) Pemulihan dan Penyelesaian Kredit.

KONTRIBUSI BAGI PEMBANGUNAN TANAH PAPUA

Status Bank Papua sebagai bank pembangunan terbesar di Tanah Papua menuntut perusahaan berkontribusi secara signifikan untuk meningkatkan perekonomian Pulau Cendrawasih.

Namun dalam perjalanannya, Bank Papua mengalami banyak tantangan. Salah satu tantangan yang dihadapi perusahaan di tengah upaya mendorong ekonomi kawasan Papua ialah, ketidakpastian pasar keuangan global masih berlanjut di tengah penyebaran Covid-19 varian Omicron dan pengumuman siklus pengetatan kebijakan moneter the Fed yang lebih cepat.

Hal tersebut mengakibatkan terbatasnya aliran modal dan tekanan nilai tukar negara berkembang, termasuk Indonesia. Hal ini juga berakibat pada tersendatnya aliran modal ke Tanah Papua.

Tantangan lain yang dialami Bank Papua dalam berkontribusi terhadap ekonomi Papua adalah, penyaluran kredit di Tanah Papua sebagian besar disalurkan oleh Bank BUMN, alih-alih bank pembangunan daerah.

Hal ini ditunjukkan dengan pangsa kredit Bank BUMN yang mendominasi selama lima tahun terakhir. Pangsa kredit Bank BUMN pada posisi September tahun 2021 sebesar 59,60%, meningkat dibandingkan dengan posisi Desember 2020 yaitu 51,09%.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan Peta Jalan atau Roadmap Tahap 2 Keuangan Berkelanjutan periode 2021-2025. Dalam rancangan tersebut, bank harus menyelaraskan operasional bisnis dengan memperhatikan lingkungan dan memberdayakan masyarakat sekitar sehingga bisnis bank dapat tumbuh berkelanjutan.

Rancangan ini menjadi tantangan bagi Bank Papua untuk terus mendorong perekonomian wilayah Papua secara agresif. Kendati menghadapi sejumlah tantangan, Bank Papua juga memiliki banyak peluang untuk turut mendongkrak ekonomi di Tanah Papua. Dalam hal ini, perekonomian Papua pada kuartal III 2021 mengalami pertumbuhan sebesar 14,54% dalam perhitungan tahunan atau year on year (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan nasional sebesar 3,51% (yoy).

Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) berdasarkan pengeluaran pada kuartal II 2021 didorong oleh meningkatnya kinerja ekspor dan investasi dari sisi Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB).

Kontribusi sektor usaha terbesar terhadap PDRB Provinsi Papua pada kuartal III disumbang oleh sektor pertambangan, yakni 37,86%, sektor konstruksi 13,80%, dan sektor pertanian sebesar 10,74%.

Continue Reading

CEO TALK

Wujudkan Transformasi Bisnis, Bank Papua Tiada Henti Berinovasi di Era Digitalisasi

Published

on

Bank Papua

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Bank Papua terus membuktikan kepiawaiannya dalam menghadirkan pelayanan terbaik yang relevan dengan kebutuhan nasabah di era digital saat ini. Senantiasa beradaptasi dengan berbagai tantangan yang ada, Bank Papua terus bertransformasi untuk mengambil setiap peluang yang ada dari masa ke masa sehingga mampu menorehkan performa keuangan yang positif dan terjaga dengan baik.

Kondisi pandemi Covid-19 yang terus berlangsung diiringi perkembangan teknologi yang masif telah mengubah perilaku masyarakat dalam berinteraksi sosial menuju ranah digital. Hal ini turut meningkatkan ekspektasi nasabah akan layanan perbankan yang mudah, cepat, serta dapat diakses kapan saja dan di mana saja.

Perubahan ekspektasi nasabah yang berpotensi terjadi secara permanen mendorong PT Bank Pembangunan Daerah Papua (Bank Papua) terus melakukan terobosan inovasi perbankan digital, demi memberi layanan yang optimal bagi para nasabah.

Bank pembangunan yang menguasai wilayah Timur Indonesia ini tak setengah hati mengembangkan layanan secara digital. Buktinya, sejumlah produk perbankan disiapkan dalam aplikasi Bank Papua Mobile Banking sesuai fungsi dan kebutuhan perbankan secara komprehensif.

Di dalam aplikasi terdapat layanan informasi saldo, transfer internal dan external, pembelian (voucher pulsa telepon, listrik PLN dan lainnya), dan pembayaran (tagihan telepon, Listrik PLN dan lainnya). Aplikasi bahkan telah dilengkapi dengan fitur pembayaran menggunakan QRIS. Hal ini tentu akan memudahkan nasabah bertransaksi langsung secara daring (online).

Bank Papua Mobile Banking dapat diakses melalui smartphone tipe OS Android, sehingga nasabah bisa melakukan berbagai transaksi perbankan secara aman, mudah, dan cepat melalui perangkatnya masing-masing. “Bank Papua juga menyiapkan produk pinjaman, financial technology atau uang digital, layanan transaksi keuangan digital, dan lainnya,” ujar Direktur Utama Bank Papua, F. Zendrato.

Seiring perkembangan zaman, Bank Papua menjalankan transformasi model bisnis menjadi digital banking dengan dukungan infrastruktur teknologi yang canggih.

Salah satunya, menurut Zendrato, Bank Papua meluncurkan layanan Whatsapp Business Corporate Bank Papua (WABA) yaitu, Papua Customer Care (PACE) demi memudahkan interaksi dan layanan nasabah.

PACE membantu nasabah untuk mendapatkan berbagai informasi terkait produk, jasa dan layanan Bank Papua selama 24 Jam real time. Caranya, nasabah cukup menyimpan nomor 081344605555 atas nama Papua customer care (PACE), dan masuk di aplikasi WhatsApp. Kemudian, pilih Papua customer care (PACE) dan ketik INFO (Hadiah, Tabungan, Giro, Tab, Depo, Kredit, Layanan, Transaksi, E-Channel, dan Info Aman).

Bank Papua juga menyediakan Aplikasi Papua Digital Service. Ini merupakan fitur layanan yang memudahkan nasabah Bank Papua untuk mengambil nomor antrean kapan dan di mana saja melalui telepon seluler.

Nasabah cukup mengunduh aplikasi Papua Digital Service, kemudian buka aplikasi, dan melakukan registrasi serta aktivasi (nama, nomor handphone dan password). Selanjutnya, login dengan nomor handphone dan password, pilih kantor cabang yang akan dituju, pilih jenis layanan (teller/cs), ambil nomor antrean. Kemudian, monitor nomor antrian.

Saat ini, Zendrato mengatakan, Bank Papua juga sedang mengembangkan aplikasi digital lending yang memudahkan pelaku usaha menengah, kecil, dan mikro (UMKM) dapat mengajukan kredit secara on-boarding langsung melalui smartphone.

Zendrato meyakini perubahan model bisnis ke arah digital akan menimbulkan potensi risiko, yaitu risiko perlindungan data nasabah dan risiko serangan siber. Untuk itu, Bank Papua menjalankan langkah antisipatif dengan mengimplementasikan jenis keamanan (security) dengan penguatan keamanan fisik maupun logic. Mulai dari kanal transaksi, perangkat interaksi end-user, infrastruktur security DC dan DRC dengan menggunakan berbagai metode.

Metode keamanan yang dijalankan termasuk penerapan Security Operation Center (SOC) yang memberikan laporan adanya ancaman setiap hari, juga audit independen untuk memastikan tingkat keamanan.

PERFORMA STABIL DI TENGAH KETIDAKPASTIAN EKONOMI

Selain digitalisasi, Bank Papua juga menghadapi tantangan dalam tataran ekonomi makro. Fluktuasi ekonomi global yang tinggi masih terjadi di tengah aksi pengurangan stimulus moneter bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve (The Fed). Kebijakan The Fed menaikkan suku bunga akhirnya menyebabkan ekonomi global terus menghadapi kondisi ketidakpastian dan berdampak pada kecemasan pelaku pasar keuangan, termasuk di Indonesia.

Kondisi ekonomi global turut berdampak pada ekonomi domestik. Ketidakpastian waktu berakhirnya pandemi berkorelasi dengan daya tahan perbankan dalam menyerap besaran Cadangan Kerugian Penurunan Nilai atau CKPN. Hal ini terutama berasal dari restrukturisasi kredit saat pandemi Covid-19 berlangsung.

Continue Reading

CEO TALK

Angkasa Pura I Hadirkan Fasilitas Untuk UMKM & PKL di Bandara Internasional Lombok

Published

on

Fasilitas

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Bandara Internasional Lombok yang dikelola oleh PT Angkasa Pura I, semakin siap untuk mendukung event internasional MotoGP 2022 yang akan digelar di Mandalika pada 18-20 Maret 2022 mendatang.

Selain telah diselesaikannya pengembangan infrastruktur di sisi udara dan perluasan terminal Bandara Internasional Lombok, Angkasa Pura I juga menghadirkan fasilitas-fasilitas bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil & Menengah (UMKM) dan Pedagang Kaki Lima (PKL) untuk berperan aktif serta mendukung kesuksesan pelaksanaan event internasional MotoGP 2022 di Mandalika.

“Angkasa Pura I senantiasa berkomitmen untuk menjadi wadah & turut serta memajukan ekonomi kreatif melalui pemberian peluang bagi pelaku UMKM & PKL di Provinsi NTB untuk mempromosikan dan menjual produk-produknya di tengah momentum pelaksanaan event MotoGP 2022 di Mandalika,” ujar Direktur Utama Angkasa Pura I, Faik Fahmi.

Bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Provinsi NTB, Angkasa Pura I menyediakan ruang untuk pemasangan instalasi Planogram. Planogram sendiri merupakan diagram yang menampilkan produk-produk kreatif UMKM Indonesia dalam rak display. Pengguna jasa dapat dengan mudah untuk mengetahui informasi dan foto produk kreatif, beserta QR Code yang akan menyambungkan dengan akun resmi pelaku kreatif di marketplace nasional atau platform penjualan lain.

“Planogram ini hadir di area terminal kedatangan penumpang di Bandara Internasional dan menampilkan produk-produk kreatif dari 300 peserta UMKM Indonesia. Produk yang ditampilkan seperti produk fashion, kriya, kuliner, hingga aksesoris terkait otomotif dan dapat dengan mudah dibeli oleh pengguna jasa secara cashless ataupun dibeli secara langsung,” kata Faik Fahmi.

Sedangkan untuk mendukung peningkatan ekonomi bagi komunitas PKL di sekitar Bandara Internasional Lombok, Angkasa Pura I telah menghadirkan fasilitas lapak usaha bagi PKL. Lapak usaha ini memiliki kapasitas 90 unit dan sebanyak 60 unit saat ini telah diisi oleh PKL. Area lapak usaha PKL ini berada sisi barat parkir kendaraan roda dua maupun roda empat Bandara Internasional Lombok.

“Total investasi pembangunan lapak usaha ini sendiri mencapai Rp. 4 miliar. Hadirnya lapak usaha bagi PKL ini merupakan komitmen dan perhatian kami untuk menyediakan tempat usaha yang nyaman, aman, bersih & tertib hingga mampu mendorong peningkatan pendapatan usaha bagi PKL di sekitar Bandara Internasional Lombok,” tambah Faik Fahmi. []

Continue Reading

BNI

Label

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM

error: Content is protected !!