Connect with us
PERTAMINA

Perbankan

Asset Sales Festival, Bank BTN Target Rp430 Miliar

Alfian Setya Saputra

Published

on

Asset Sales Festival

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Asset Sales Festival kembali digelar PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk untuk mempercepat pemulihan aset perusahaan.

Kegiatan ini digelar di empat kota besar yakni Medan, Bandung, Surabaya dan Makassar sebagai kelanjutan dari acara serupa yang diadakan di Jakarta pada bulan Juli lalu.

Elisabeth Novie Riswanti selaku Direktur Remedial and Wholesale Risk Bank BTN mengatakan, dari kegiatan ini, pihaknya menargetkan meraup dana segar Rp430 miliar.

Nantinya aset properti yang ditawarkan tidak hanya berasal dari kredit konsumer, tetapi juga kredit komersial termasuk aset bermasalah yang dikelola BTN Syariah.

“Asset Sales Festival ini kami adakan secara langsung maupun virtual sebagai wadah pertemuan berbagai pihak mulai dari investor, pengembang, penjual dan pembeli,” kata Novie, saat acara Asset Sales Festival di Kota Bandung, Jumat (13/11/2020).

Asset Sales Festival Dorong Sektor Properti

Menurutnya, kegiatan Asset Sales Festival dilakukan secara rutin untuk membuka peluang bagi siapa pun agar bisa berinvestasi pada aset-aset properti murah yang bisa dijadikan aset produktif.

Sejauh ini, minat masyarakat untuk berinvestasi di bidang properti sangat tinggi, terutama pada rumah-rumah yang bermasalah atau aset mangkrak.

Ia menilai, kesempatan dalam bisnis ini sangat besar, terutama bagi rumah-rumah bermasalah, sehingga minat investor sangat besar.

Adapun dari kegiatan Asset Sales Festival di Medan pada awal November lalu, Bank pelat merah ini mencatat pembelian dari para investor sebesar Rp70 miliar.

Kemudian di Bandung, jumlah aset yang ditawarkan yaitu 10.000 unit yang didominasi aset rumah dan bangunan senilai Rp1,2 triliun.

Pada kegiatan digelar di Surabaya dan Makassar, BTN akan menawarkan aset properti berupa rumah, tanah, hotel, dan proyek perumahan sebanyak 13.733 unit dengan total Rp2 triliun.

“Dari beberapa kegiatan festival yang sudah berjalan, yang paling banyak dibeli adalah rumah dengan kisaran harga tiga ratus hingga lima ratus jutaan. Banyak juga investor yang tertarik membeli proyek perumahan sesuai dengan kondisi pasar. Dimana permintaan perumahan saat ini memang masih sangat tinggi,” kata dia.

Dijelaskannya, investor yang membeli properti akan mendapat kemudahan dari BTN.

Para investor yang ikut dalamevent ini bisa menggunakan fasilitas kredit Bank BTN, seperti KPR Lelang, KMK Renovasi atau produk lain yang sesuai dengan aset tersebut.

Selanjutnya, Bank yang tergabung di Himbara ini akan terus melakukan penjualan sejumlah aset bermasalah yang nilainya sudah mencapai Rp11,6 triliun.

“Kami menargetkan tahun ini bisa menjual aset properti senilai Rp2 triliun. Kami memang benar-benar ingin menjual aset bermasalah agar bisa menekan rasio kredit bermasalah atau NPL,” pungkasnya.

Untuk diketahui, pada kuartal III tahun 2020, Bank BTN sudah menurunkan NPL di level 2,26 persen dari posisi pada bulan yang sama tahun sebelumnya yang berada pada level 2,33 persen. []

Perbankan

Bos BRI Angkat Bicara Soal Holding dengan Pegadaian dan PNM

CHRIESTIAN

Published

on

bos BRI

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Bos BRI / PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Sunarso ikut angkat bicara terkait rencana pembentukan holding BUMN untuk UMKM.

Dimana nantinya PT Permodalan Nasional Madani (Persero) dan PT Pegadaian (Persero) akan digabung bersama dengan Bank BRI.

Menurutnya, Perseroan tentunya akan patuh dan terus ikuti arahan dari pemegang saham dalam hal ini Kementerian BUMN terkait rencana holding tersebut.

“Terkait soal pembentukan holding UMKM dan pembiayaan ultra mikro tentunya kami akan ikut arahan dari pemegang saham,” ujar Sunarso kepada MEDIABUMN (25/01)

Pembentukan holding ultra mikro tersebut, jelas Sunarso, merupakan sesuatu yang sangat baik ke depannya bagi perekonomian. Namun, ia menambahkan rencana ini sepenuhnya menjadi domain pemegang saham.

“Sebagai perusahaan yang akan diholdong ya jawabannya kami serahkan ke pemegang saham dalam hal ini Kementerian BUMN. (tentu) ikut arahan,” tambah Sunarso.

Bos BRI ini mengatakan jika perusahaan akan berupaya mendorong dan membangkitkan UMKM agar mampu berkontribusi terhadap ekonomi nasional.

“Kami terus berupaya memacu kemampuan UMKM agar sektor ini mampu berkontribusi terhadap perekonomian,” jelasnya.

Lebih lanjut Sunarso memasang target pertumbuhan kredit BRI tahun ini sekitar 6 persen. Dimana perseroan, imbuhnya masih fokus terhadap sektor UMKM dan mikro.

“Tantangan di tahun ini yaitu mendorong partumbuhan kredit khususnya sektor mikro agar mampu berkontribusi terhadap ekonomi nasional,” tutup Sunarso yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Bos di PT Pegadaian (Persero). []

Continue Reading

Perbankan

Semarak Hut Ke-71, BTN Gelar Lomba Karya Tulis Dan Foto Jurnalistik

MediaBUMN

Published

on

Hut Ke-71

MEDIABUMN.COM, Jakarta – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. memproyeksikan sektor properti akan menunjukkan kebangkitan pada 2021. Sejalan dengan proyeksi tersebut, perseroan menggelar Lomba Karya Tulis dan Foto Jurnalistik sebagai wujud komitmen untuk terus mendukung sektor perumahan sekaligus menyemarakkan perayaan HUT ke-71 Bank BTN.

Plt. Direktur Utama Bank BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan memasuki tahun 2021 menjadi momentum bagi perseroan untuk bekerja lebih baik dan membawa hasil melebihi harapan.

“Kami memproyeksikan vaksinasi akan menjadi suntikan angin segar untuk sektor properti. Tahun ini, kami pun akan melanjutkan adaptasi dan transformasi menyesuaikan dengan adaptasi kebiasaan baru,” ujar Nixon di Jakarta, Sabtu (23/1).

Menurut Nixon, Bank BTN akan terus melakukan inovasi untuk meningkatkan kinerja dan mewujudkan mimpi menjadi The Best Mortgage Bank di Asia Tenggara pada tahun 2025. Untuk mencapai target tersebut, Nixon mengaku telah mengharmonisasikan langkah dan strategi, melipatgandakan perolehan dana murah, membuat akses pemilikan rumah kian mudah, dan membangun one stop financial solution untuk konsumen dan bisnis yang terkait perumahan.

“Selain itu BTN akan menjadi inovator digital dan home of Indonesia Best Talent dan juga membangun portofolio yang berkualitas tinggi dengan tingkat NPL yang rendah,” jelasnya.

Untuk bisa mengakselerasi dan mengkomunikasikan optimisme perseroan tersebut, Nixon mengakui butuh peran dari media massa. Sehingga dalam rangka HUT ke-71 BTN yang jatuh pada 9 Februari mendatang, Nixon mengajak seluruh insan media untuk ikut memeriahkan momentum ulang tahun tersebut dengan menggelar lomba karya tulis dan foto jurnalistik.

“Media massa merupakan partner kerja bagi BTN. Kami berharap media massa dapat terus berjalan beriringan bersama kami terutama dalam rangka mengkomunikasikan tentang apa yang sudah dan akan dilakukan oleh khususnya Bank BTN dalam pemulihan dan perbaikan ekonomi nasional,” ujar Nixon.

Adapun tema khusus yang diangkat dalam lomba tersebut adalah “71 Tahun BTN Melayani Pembiayaan Perumahan Sebagai Lokomotif Ekonomi Nasional”. Sementara sub tema yang bisa diangkat di antaranya: Transformasi BTN Sebagai Bank Tabungan di Era Digital, Pembiayaan Perumahan Mendorong Pemulihan Ekonomi Nasional, Sektor Perumahan Mampu Bertahan di Tengah Pandemi Covid-19 serta Peluang dan Tantangan BTN sebagai The Best Mortgage Bank di Asia Tenggara 2025.

Sementara peserta yang dapat mengikuti lomba ini antara lain Jurnalis Cetak dan Online, Pewarta Foto, Umum/Non Jurnalis/Non Pegawai BTN.

Lomba karya tulis jurnalisitk ini akan memperebutkan total hadiah sebesar Rp171 juta. Kompetisi jurnalistik ini secara resmi dimulai Senin 25 Januari dan berakhir 18 Februari 2021. Pengumuman pemenang akan dilaksanakan pada 25 Februari 2021.

Kita sudah umumkan kegiatan lomba tersebut secara nasional melalui saluran media online nasional dan media sosial BTN. Oleh karena itu kita mengajak media dan masyarakat ikut berpartisipasi dalam perlombaan tersebut, kata Nixon. []

Continue Reading

Perbankan

UMKM Makin Maju Berkat Suntikan PEN bank bjb

MediaBUMN

Published

on

UMKM

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Gairah pelaku ekonomi di sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di tengah terjangan pandemi Covid-19 terus meningkat. Hal ini terlihat di sejumlah UMKM, khususnya di wilayah Jabar dan Banten, seperti Kota Bandung. Para pelaku UMKM terlihat lebih bersemangat untuk berupaya mendapatkan bantuan suntikan dan dari Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang disalurkan pemerintah melalui bank bjb.

Salah satunya Kopi Seru. Di tengah wabah Covid-19 merebak dan memukul para pelaku UMKM, Kopi Seru mampu menunjukkan kinerja bisnis yang terus meningkat. Bahkan, berencana melakukan ekspansi bisnis ke luar negeri. ”Hadirnya bantuan suntikan dana dari bank bjb membuat usaha saya bukan saja mampu bertahan di tengah pandemi, namun juga makin berkembang sampai ada rencana membuat cabang di luar negeri, tepatnya di Perth Australia,” kata pemilik Kopi Seru Dave Julian Soepriyadi, saat ditemui di tempat usahanya, Jalan Sarimanis, Kota Bandung, beberapa waktu lalu.

Dave menyebutkan, sejak dibuka pertama kali pada 2018, Kopi Seru sebetulnya mampu berkembang dengan baik hingga mampu membuka beberapa cabang di Kota Bandung. Setelah itu, Kopi Seru pun mampu melakukan ekspansi ke luar Bandung seperti Jakarta, Solo, Semarang, Bahkan ke Manado. Sayang, kehadiran pandemi Covid-19, sempat membuat usahanya tersendat. Meski pun tetap mampu bertahan. Padahal, ia sendiri memiliki keinginan untuk membuka usaha lagi ke luar negeri.

Di tengah progres usahanya yang tersendat pandemi, bank bjb kemudian hadir memberikan solusi suntikan dana PEN untuk membuat Kopi Seru tetap bertahan dan mampu berkembang lagi. Ini membuat semangat Dave tumbuh kembali dan menatap masa depan pengembangan Kopi Seru dengan lebih optimistis. ”Bantuan dari bank bjb sangat saya butuhkan untuk pengembangan usaha. Karena jika usaha saya berkembang, tentunya akan banyak terdampak juga ke sektor lain. Misal membuat lowongan pekerjaan, pemberdayaan para petani kopi, serta tentunya seluruh pihak yang terlibat dalam rantai pasok kebutuhan bisnis ini tentunya,” katanya.

Sebagaimana diketahui, bank bjb sendiri konsisten berkontribusi dalam agenda percepatan pemulihan ekonomi nasional (PEN) lewat berbagai agenda dan program yang dijalanlan, menyalurkan bantuan kebencanaan, melakukan pelatihan dan pendampingan kepada para pelaku usaha UMKM serta distribusi dan ekspansi kredit kebermanfaatan porsi penempatan uang negara sebagaimana PMK nomor 104/PMK.05/2020 tentang penempatan Dana Dalam Rangka Pelaksanaan Program Pemulihan Ekonomi Nasional.

Suntikan permodalan kepada sektor produktif merupakan implementasi dari pernyaluran dana program PEN yang dicanangkan pemerintah. bank bjb optimis target leverage dana PEN dari Rp 2,5 triliun yang ditempatkan dapat terpenuhi sesuai target mengingat capaian penyaluran saat ini ditorehkan dalam waktu singkat. Dalam perwujudan komitmen bank bjb untuk mendorong laju perekomian, khususnya di jabar melalui program bjb PENtas (penguatan Ekonomi Nasional Tangguh dan Sejahtera) yang merupakan inisiasi Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Pengamat Ekonomi Universitas Pasundan (Unpas) Acuviarta Kartabi mengapresiasi kebijakan yang sudah berjalan berkaitan dengan penyaluran dana PEN di bank bjb. Namun, bank bjb menurutnya perlu kebijakan out off the box untuk menyikapi kondisi saat ini. Menurut dia, captive market Jawa Barat itu 90 persennya adalah UMKM. Makanya, hal itu menjadi prioritas dan effort lebih, untuk mencapainya. ”Saya optimistis, bank bjb bisa lebih baik dari bank Himbara. Tinggal memberikan beragam kemudahan untuk UMKM di Jabar, namun tetap terukur,” kata Acuviarta.

Acuviarta mengungkapkan, sektor konstruksi infrastruktur diketahui juga banyak dibiayai dana PEN. Sebab, sektor kontruksi juga banyak menyerap tenaga kerja dan menambah gerakan roda ekonomi yang lainnya pula. Begitu pun penyaluran kredit. Dengan dorongan program dana PEN, serta program kredit KUR dan lainnya, pasti berdampak signifikan kepada masyarakat.

”Terlebih dengan kondisi seluruh bank saat ini harus mengalami relaksasi seluruh angsuran kredit, menyebabkan ruang penyaluran kredit menjadi sempit. Selain memperhatikan prudent terhadap sektor-sektor usaha yang banyak terdampak dan ketidakinginan atau menunda penambahan modal dari ajuan kredit,” tandasnya.

Sebagai informasi, skema penyaluran pinjaman dana PEN dari bank bjb, untuk penyaluran kredit di antaranya Pertanian, Perburuan, Kehutanan sebesar Rp 154 miliar, lalu Industri Pengolahan Rp 794 miliar.
Kemudian, Konstruksi Rp 1,35 triliun, Pedagang Besar dan Eceran Rp 1,34 triliun dan Sektor Lainnya Rp 1,69 triliun. Sedangkan berdasarkan sektor, pencairan dan PEN tersebut diurai dari sektor Korporasi dan Komersial, BPR, KPR, Konsumer dan UMKM. ”Setiap sektor juga kan memiliki multiplier effect. Saling berkaitan, sekecil apa pun usaha di UMKM bisa menarik sumberdaya yang lain,” ujarnya.

Direktur Utama bank bjb Yuddy Renaldi mengatakan, dukungan keuangan ini disalurkan untuk mendorong upaya mendongkrak laju perekonomian, khususnya di Jabar. ”bank bjb selalu siap menjadi mitra berbagai pihak dalam mendorong pembangunan daerah. Kami memiliki peran sebagai agen pembangunan yang selalu diimplementasikan dengan dukungan-dukungan nyata. Terutama dorongan keuangan yang akan memberi dampak ekonimi dan sosial dalam skala lebih luas,” ujar Yuddy.

Pembiayaan ini diharapkan akan menghadirkan multiplier effect yang mendorong yang mendorong geliat aktivitas ekonomi. Dampak ekonomi dapat dirasakan selama proses pemanfaatan dana dapat menciptakan lapangan pekerjaan lebih luas. Serta dapat menyerap produk-produk dalam negeri. Pencairan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kredit Mesra (Masyarakat Ekonomi Sejahtera) terus digencarkan untuk segmen produktif dan padat karya. Kucuran pembiayaan ini merupakan bentuk implementasi komitmen bank bjb dalam mendukung penuh program percepatan PEN lewat penyaluran permodalan di berbagai sektor usaha produktif, khususnya UMKM. ”Pada prinsipnya, kami selalu mendukung penuh berbagai program pemerintah yang berorientasi pada peningkatan dan pemerataan kesejahteraan masyarakat, dunia usaha dan pemerintah daerah untuk memanfaatkan fasilitas pembiayaan yang kami keluarkan guna mendukung program mau pun usaha yang dijalankan agar memberikan hasil optimal,” jelas Yuddy.

Sebagai infomasi, berdasarkan catatan perseroan per 18 Oktober 2020, bank bjb sudah menyalurkan dana PEN sebesar Rp5,34 triliun. Artinya, target leverage 2 kali lipat sebesar Rp5 triliun telah terlampaui dalam hitungan kurang dari tiga bulan sejak gelontoran dana sebesar Rp2,5 triliun diterima perseroan pada akhir Juli 2020. Angka realisasi kredit PEN bank bjb hingga pertengahan Oktober itu mencapai 106% dari target. []

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM

error: Content is protected !!