Connect with us
PERTAMINA

Teknologi & Komunikasi

Aplikasi Meeting CloudX dari Telkomsel Terus Dikembangkan

EKO PRASETYO

Published

on

Aplikasi meeting

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Aplikasi meeting online buatan PT Telekomunikasi Selular atau Telkomsel yakni CloudX sudah meluncurkan beberapa waktu dan hingga kini tetap dilakukan pengembangan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.

Pihak Telkomsel menyatakan pengembangan aplikasi meeting CloudX ini akan terus menjadi prioritas perusahaan.

Senior Vice President Enterprise Telkomsel, Dharma Simorangkir mengatakan, pengembangan aplikasi meeting ini terus dilakukan agar dapat diakses pelanggan umum tanpa harus terdaftar sebagai pelanggan segmen koorporasi unit bisnis enterprise.

“Di tengah kondisi saat ini, pengembangan aplikasi meeting CloudX terus dilakukan. Belum lama, CloudX meluncurkan layanan yang dapat dinikmati pelanggan non korporasi atau Business to Customer (B2C),” kata Dharma Simorangkir di Jakarta, Senin, (22/6/2020).

Menurutnya, sejak awal Mei 2020, pihak perusahaan telah meluncurkan layanan CloudX Meeting on Demand.

Lewat layanan Meeting on Demand, pelanggan bisa melakukan virtual meeting CloudX secara online dengan durasi tertentu, kapanpun, dimanapun.

Dharma mengatakan, secara strategis Telkomsel akan terus menghadirkan produk dan layanan yang dapat menunjang aktivitas pengguna dalam kondisi new normal.

Salah satunya dengan berinovasi pada produk layanan berbasis video, seperti video streaming dan video conferencing.

“Penerapan video sebagai medium digital pengganti pertemuan langsung secara fisik merupakan wujud nyata dari penerapan new normal. Ini juga menjadi ekspektasi perusahaan dalam menjalankan bisnis ke depannya,” kata Dharma.

Aplikasi Meeting CloudX Perlu Sosialisasi

Adapun pengembangan Aplikasi meeting CloudX ini punya cerita sendiri, dimana sebelumnya Wakil Menteri BUMN, Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan kekecewaannya pada Telkom, induk dari Telkomsel.

Pasalnya, Telkom dinilai terlambat membuat aplikasi meeting online, sehingga peminatnya minim.

Padahal Telkom telah diminta oleh Kementerian BUMN menyiapkan aplikasi meeting itu sejak tahun 2019 lalu.

“Telkom belum siap aplikasinya, akibatnya aplikasi Zoom yang banyak dipakai seluruh orang,” kata Budi, 20 Mei 2020.

Memang aplikasi CloudX tersebut sudah diluncurkan sejak awal tahun 2020. Tapi penggunannnya di dalam negeri dinilai belum masif, bahkan oleh instansi pemerintah sendiri belum banyak yang menggunakan.

Saat ditanyakan apakah penggunaan CloudX akan diperluas di instansi pemerintahan, Budi hanya menjawab singkat, “Pindah dong ke produk dalam negeri,” tandasnya. []

Teknologi & Komunikasi

Layanan TV Android, PT INTI Jalin Kerjasama dengan PT Metra Net

GUNADI WITJAKSONO

Published

on

Layanan TV android

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Layanan TV android kini menjadi salah satu produk PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) alias INTI. Penggarapan layanan TV android ini merupakan bagian dari perluasan sektor kerja PT INTI yang bekerjasama dengan sesama BUMN, yaitu PT Metra-Net yang merupakan bagian dari Telkom Grup.

Kedua pihak bersinergi menyediakan layanan dan produk over the top (OTT), ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Penyediaan Perangkat Android TV dan Mesin Electronic Data Capture (EDC).

Penandatanganan PKS ini dilakukan secara virtual pada Jumat, 07 Agustus oleh Direktur Utama PT Metra-Net Widi Nugroho dan Direktur Utama PT INTI (Persero) Otong Iip.

Otong Iip mengatakan, kerja sama kedua BUMN ini guna memperkuat posisi kedua belah pihak dalam teknologi informasi dan industri telekomunikasi.

“Melalui kerjasama ini, kami akan menyuplai perangkat untuk memenuhi layanan over the top PT Metra-Net, salah satunya layanan TV android,” kata Otong Iip, Selasa (11/08/2020).

Kolaborasi ini, kata Otong merupakan langkah awal dalam penyediaan layanan over the top melalui produk IndiBox dengan menggunakan akses internet pada pelanggan IndiHome.

Layanan tersebut dieksekusi melalui perangkat berbasis Android TV Box atau Smart Box yang disertifikasi Google.

Nantinya aplikasi ini memungkinkan pelanggan menikmati konten over the top melalui layanan Telkom.

“Kami juga akan menyuplai Mesin EDC hasil produksi PT INTI untuk menunjang aktivitas bisnis PT Metra-Net di bidang financial service technology,” ujar Otong.

Kerja sama ini INTI dan anak usaha PT Telkom ini diharapkan tidak hanya terbatas pada layanan dan produk over the top saja, kedua belah pihak menargetkan untuk mengeksplorasi berbagai potensi kerja sama lainnya.

Sebab PT INTI memiliki kapabilitas dalam bidang produksi perangkat elektronik, telekomunikasi, informatika, dan berbagai produk lain yang berkaitan dengan perangkat tersebut.

Nantinya bentuk kerja sama lain akan disepakati oleh kedua belah pihak untuk kemajuan kedua perusahaan pelat merah itu.

“Tentunya kami berharap ke depan sinergi ini akan terus berlanjut dan memberikan efek domino pada pertumbuhan bisnis kedua belah pihak,” tandasnya. []

Continue Reading

Teknologi & Komunikasi

Aplikasi QRen Telkom Dukung Percepatan Program Smart City

GUNADI WITJAKSONO

Published

on

Aplikasi QRen

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Aplikasi QRen kini disiapkan untuk mendukung layanan pembayaran menggunakan Kode Quick Response (QR) pada Gerakan Menuju 100 Smart City melalui QRen.

QRen sendiri merupakan aplikasi milik PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk yang menyediakan layanan untuk menghubungkan penjual dengan penerbit alat bayar.

Sistem ini akan memberikan kemudahan bagi pembeli dalam melakukan pembayaran dengan menggunakan teknologi QR code secara mobile.

Fajar Eri Dianto selaku Chief Executive Officer QRen mengatakan, aplikasi QRen dihadirkan untuk membantu efektifitas pembayaran layanan masyarakat agar program Smart City di berbagai daerah segera terwujud.

PT Telkom berupaya menghadirkan inovasi pembayaran digital berbasis kode QR yang terintegrasi dan tepat guna melalui aplikasi QRen bekerjasama dengan Bank Indonesia.

“Apikasi QRen bisa menjadi solusi pembayaran yang dapat dimanfaatkan oleh semua penyelenggara sistem pembayaran. Baik di Indonesia maupun di luar negeri yang telah sesuai dengan standardisasi BI. Juga bisa digunakan oleh pihak swasta maupun pemerintah daerah dalam meningkatkan dan memantau Pendapatan Asli Pemerintah (PAD),” kata Fajar Eri Dianto dalam keterangan tertulis, Minggu (2/8/2020).

Melalui aplikasi ini, kata Fajar, pengguna bisa bertransaksi dengan cepat dan praktis, bisa dilakukan tanpa uang tunai, dan dapat digunakan saat melakukan transaksi online dan offline pada semua segmen merchant.

Adapun layanan dan fitur inovatif yang disediakan aplikasi QRen sangat beragam, seperti mencetak kode QR untuk pembayaran kode QR, layanan PPOB, top up E-Money, Integrated QR Payment Application, dan riwayat transaksi dan pemisahan modal usaha dan pendapatan.

“Bagi para pelaku UMKM, Aplikasi QRen dapat meningkatkan produktivitas, dan membantu pengelolaan bisnis agar lebih tertata dengan baik,” ujarnya.

Aplikasi QRen Dukung Program Smart City

Sementara Kepala Dinas Kominfo Provinsi Jawa Barat Setiaji, mengungkapkan, pemda setempat menjalin kerjasama dengan berbagai pihak untuk mewujudkan program Smart City, salah satunya dengan aplikasi QRen.

Menurut Setiaji, transaksi menggunakan kode QR sangat bermanfaat bagi masyarakat di masa pandemi saat ini karena dilakukan secara digital dan mengurangi transaksi tunai secara langsung.

“Kami berharap dengan pembayaran kode QR, akan mendukung terwujudnya misi pemerintah yaitu memberikan pelayanan terbaik untuk seluruh masyarakat,” kata dia.

Adapun program Smart City merupakan pembentukan kota yang berbasis teknologi, dimana pemda dan masyarakatnya telah menggunakan teknologi informasi dalam kegiatan sehari-hari.

Dengan menyusun Masterplan Smart City, pemerintah berupaya untuk menciptakan fasilitas kota atau wilayah berbasis teknologi guna menghadirkan layanan terbaik kepada masyarakat. []

Continue Reading

Teknologi & Komunikasi

Data Center Telkom Berstandar Global Dibangun

EKO PRASETYO

Published

on

Data Center Telkom

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Data Center Telkom resmi dibangun di lahan seluas 65.000 meter persegi dan ditarget rampung tahun depan. Data center Telkom ini dibangun dengan skala besar berstandar global yakni Telkom HyperScale Data Center (HDC).

Pembangunan Data Center ini untuk meningkatkan kinerja Telkom dan memperkuat pondasi bisnis digital di masa depan, khususnya untuk domain digital platform.

Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah mengatakan Data Center Telkom HyperScale ini memiliki total kapasitas hingga 10.000 rack.

“Pembangunannya dilaksanakan dalam beberapa tahap, untuk tahap pertama diperkirakan selesai pada kuartal ke dua tahun 2021 mendatang,” ujar Ririek berdasarkan keterangan resmi, Bekasi, Kamis (9/7/2020).

Pembangunan Telkom Hyperscale Data Center ini, kata dia, untuk wujud komitmen Telkom menjadi digital telecommunication company, melalui akselerasi terhadap bisnis digital platform.

Terlebih BUMN ini sudah mampu menyediakan fasilitas high density capacity sehingga HyperScale Data Center Telkom tidak hanya dapat digunakan oleh korporasi dan pelaku industri di Indonesia, tapi juga dunia.

“HyperScale Data Center Telkom ini sebagai bukti keseriusan kami menjadi the biggest player di pasar digital platform. Tak hanya di Indonesia, tapi untuk pemain besar content player dunia,” jelasnya.

Adapun pembangunan Telkom HyperScale Data Center ini berkonsep ECO (Evolve, Connected, & Origin) green data center yang berfungsi untuk menekan penggunaan emisi gas karbondioksida.

Di antaranya dengan menggunakan anyaman sebagai material untuk desain gedung, pembangunan pembangkit listrik tenaga gas dan penggunaan solar panel untuk area umum dan kantor di sekitar lokasi area.

22 Data Center Telkom

Untuk memberikan pengalaman digital terbaik bagi pelanggan, TelkomGroup juga membangun data center yang memiliki sertifikasi bertaraf internasional.

Data Center Telkom ini menjadi yang pertama dalam mendapatkan sertifikasi dengan kategori sertifikasi tier 3 dan 4.

“Di HyperScale Data Center ini, Telkom menerapkan berbagai inovasi terbaik dan teknologi terdepan. Dengan begitu kami yakin Telkom mampu memperkuat posisinya dalam domain digital platform dan menjadi BUMN yang terus bergerak di bisnis data center,” tandasnya.

Sementara Herlan Wijanarko selaku Direktur Network And IT Solution Telkom, menjelaskan, Telkom HyperScale Data Center memiliki banyak kelebihan, khususnya dalam hal coverage dan connectivity terluas di seluruh wilayah Indonesia.

Telkom sebelumnya sudah memiliki 22 data center yang terdiri dari 14 Neucentrix 5 data center internasional, dan 3 data center tier 3 and 4.

“Data center Telkom telah tersebar di berbagai daerah dan terhubung dengan jaringan broadband. Dengan dukungan ini, kami yakin akan mampu memenuhi kebutuhan teknologi masyarakat dan pelaku usaha seperti 5G services, edge computing, blockchain, dan lain sebagainya,” tutupnya. []

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM

error: Content is protected !!