Connect with us
PERTAMINA

Teknologi & Komunikasi

Aplikasi Lapak Ibu, Pasar Digital Telkom Untuk Pedagang Pasar

GUNADI WITJAKSONO

Published

on

Aplikasi Lapak Ibu

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Aplikasi Lapak Ibu resmi diperkenalkan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom). Aplikasi tersebut  merupakan aplikasi digitalisasi pasar yang ditujukan untuk para pelaku bisnis Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), terutama yang berada di pasar tradisional.

Kick off Aplikasi Lapak Ibu ini dilakukan oleh Direktur Digital Business Telkom, Muhamad Fajrin Rasyid secara virtual pada Rabu (24/6) lalu.
Pasar tradisional BSD Tangerang dipilih menjadi pilot project untuk menerapkan Aplikasi Lapak Ibu.

Direktur Digital Business Telkom Muhamad Fajrin Rasyid mengatakan, pandemi Covid-19 berdampak langsung pada perekonomian, terutama para pelaku UMKM.

Pandemi membuat masyarakat tidak berani berbelanja ke pasar karena rentan terpapar virus dan mengakibatkan perekonomian di pasar menurun drastis.

“Menyadari hal itu, Telkom Indonesia memberikan solusi digital bagi pedagang dan pembeli di pasar tradisional. Aplikasi Lapak Ibu ini diharapkan dapat membawa masyarakat khususnya UMKM untuk lebih mengembangkan potensi digitalnya,” ujarnya, Senin (29/6/2020).

Muhamad Fajrin Rasyid menambahkan, launching aplikasi Lapak Ibu sebagai bagian dari tanggungjawab Telkom untuk menjawab tantatan perubahan transformasi digital.

Ia pun berharap pilot project ini dapat menjadi pelajaran dan akan terus berkembang dari waktu ke waktu.

Saat ini, Aplikasi tersebut menyasar segmen ibu rumah tangga yang biasa berbelanja di pasar tradisonal.

Meski sudah kick off, namun aplikasi ini masih dalam tahap product validation untuk menghasilkan solusi yang tepat untuk kebutuhan pedagang dan pembeli di pasar.

Aplikasi Lapak Ibu Dioperasikan Sakoo

Sementara Executive Vice President Digital Telkom Indonesia (Persero) Tbk Joddy Hernady mengatakan, pemilihan Pasar BSD Tangerang sebagai proyek percontohan karena masuk area zona merah Covid-19, dan ibu-ibu yang berbelanja di pasar ini sudah sering menggunakan aplikasi untuk berbelanja.

“Harapan kami semoga ke depannya pasar online Lapak Ibu ini dapat diterapkan di berbagai daerah di Indonesia,” ujar Joddy.

Dijelaskannya, aplikasi Lapak Ibu dioperasikan oleh Satu Toko Online (Sakoo) yaitu aplikasi berbasis web yang menyediakan channel penjualan secara online maupun offline.

Sakoo menyediakan fitur – fitur berupa transaksi, pengelolaan stok, data pelanggan, dan katalog produk yang dapat membantu pelaku UMKM untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam berjualan.

“Semoga aplikasi Lapak Ibu dapat mendukung pelaku usaha kecil dan menengah dan membantu masyarakat untuk beraktivitas tanpa harus keluar rumah,” tutupnya. []

Teknologi & Komunikasi

Investasi Telkom di Gojek? Ini Penjelasannya

Alfian Setya Saputra

Published

on

Investasi Telkom

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Investasi Telkom dikabarkan akan ditanamkan ke Gojek yang dinaungi PT Aplikasi Karya Anak Bangsa. Terkait hal itu, Direktur Keuangan PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk Heri Supriadi, mengatakan pihak perusahaan selalu terbuka untuk mengembangkan bisnis untuk kemajuan ke depan, termasuk berinvastasi.

PT Telkom juga tetap mencari peluang untuk mengembangkan lini bisnis pada layanan digital.

Pengembangan peluang bisnis digital ini menurutnya tidak hanya dilakukan secara organik, tetapi juga non-organik.

Ditanya soal investasi Telkom ke Gojek selaku perusahaan transportasi daring raksasa di Indonesia, Heri tidak menyanggah maupun membenarkan, karena Telkom selalu melihat semua peluang bisnis yang ada.

“Semua peluang untuk mengembangkan digital services kita lihat. Jadi kami tidak melihat spesifik dari Gojek saja,” ujar Heri.

Menurutnya, faktor ang paling penting untuk melakukan investasi adalah dapat menaikan nilai aset yang dimiliki Telkom, baik dalam sisi infrastruktur, basis konsumen, dan lainnya.

“Utamanya yang kita lihat dari rencana investasi adalah pengembangan aset yang bisa kita lakukan,” imbuhnya dalam sesi paparan publik, Kamis (27/8/2020).

Heri menyebut, Telkom Group saat ini sangat kuat di segmen digital connectivity tapi untuk digital services belum mampu mengikuti.

“Untuk pengembangan digital services yang paling penting adalah inovasi dan hal itu tidak harus dari internal perusahaan. Makanya kita selalu melihat peluang secara inorganic tersebut,” ujar Heri.

Ditambahkannya, PT Telkom bisa bersinergi atau kolaborasi operasional yang dapat memberikan nilai yang berkesinambungan.

Baik dari segi loyalitas konsumen maupun penambahan nilai terhadap bisnis perseroan.

Hal senada disampaikan Fajrin Rasyid selaku Direktur Digital Business PT Telkom.

Menurutnya ada banyak pilihan yang dapat dilakukan Telkom Group untuk berinvestasi di perusahaan digital.

Salah satunya melalui PT Metra Digital Investama yang merupakan cucu usaha Telkom Group.

Apalagi perusahaan modal ventura ini, kata Fajrin, baru saja mendapatkan pendanaan dengan total nilai US$ 500 juta atau sekitar Rp 7,35 triliun.

“Ini salah satunya akan digunakan untuk investasi di berbagai perusahaan startup yang ada di Indonesia,” ungkapnya.

Selain itu, Fajrin menyebut perseroan juga akan bekerja sama dengan sejumlah pihak lain untuk melakukan investasi bersama.

Sehingga tidak hanya menggunakan dana dari internal, tapi perseroan juga mengundang pihak lain sebagai co-investor di Telkom Group. []

Continue Reading

Teknologi & Komunikasi

Layanan TV Android, PT INTI Jalin Kerjasama dengan PT Metra Net

GUNADI WITJAKSONO

Published

on

Layanan TV android

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Layanan TV android kini menjadi salah satu produk PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) alias INTI. Penggarapan layanan TV android ini merupakan bagian dari perluasan sektor kerja PT INTI yang bekerjasama dengan sesama BUMN, yaitu PT Metra-Net yang merupakan bagian dari Telkom Grup.

Kedua pihak bersinergi menyediakan layanan dan produk over the top (OTT), ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Penyediaan Perangkat Android TV dan Mesin Electronic Data Capture (EDC).

Penandatanganan PKS ini dilakukan secara virtual pada Jumat, 07 Agustus oleh Direktur Utama PT Metra-Net Widi Nugroho dan Direktur Utama PT INTI (Persero) Otong Iip.

Otong Iip mengatakan, kerja sama kedua BUMN ini guna memperkuat posisi kedua belah pihak dalam teknologi informasi dan industri telekomunikasi.

“Melalui kerjasama ini, kami akan menyuplai perangkat untuk memenuhi layanan over the top PT Metra-Net, salah satunya layanan TV android,” kata Otong Iip, Selasa (11/08/2020).

Kolaborasi ini, kata Otong merupakan langkah awal dalam penyediaan layanan over the top melalui produk IndiBox dengan menggunakan akses internet pada pelanggan IndiHome.

Layanan tersebut dieksekusi melalui perangkat berbasis Android TV Box atau Smart Box yang disertifikasi Google.

Nantinya aplikasi ini memungkinkan pelanggan menikmati konten over the top melalui layanan Telkom.

“Kami juga akan menyuplai Mesin EDC hasil produksi PT INTI untuk menunjang aktivitas bisnis PT Metra-Net di bidang financial service technology,” ujar Otong.

Kerja sama ini INTI dan anak usaha PT Telkom ini diharapkan tidak hanya terbatas pada layanan dan produk over the top saja, kedua belah pihak menargetkan untuk mengeksplorasi berbagai potensi kerja sama lainnya.

Sebab PT INTI memiliki kapabilitas dalam bidang produksi perangkat elektronik, telekomunikasi, informatika, dan berbagai produk lain yang berkaitan dengan perangkat tersebut.

Nantinya bentuk kerja sama lain akan disepakati oleh kedua belah pihak untuk kemajuan kedua perusahaan pelat merah itu.

“Tentunya kami berharap ke depan sinergi ini akan terus berlanjut dan memberikan efek domino pada pertumbuhan bisnis kedua belah pihak,” tandasnya. []

Continue Reading

Teknologi & Komunikasi

Aplikasi QRen Telkom Dukung Percepatan Program Smart City

GUNADI WITJAKSONO

Published

on

Aplikasi QRen

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Aplikasi QRen kini disiapkan untuk mendukung layanan pembayaran menggunakan Kode Quick Response (QR) pada Gerakan Menuju 100 Smart City melalui QRen.

QRen sendiri merupakan aplikasi milik PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk yang menyediakan layanan untuk menghubungkan penjual dengan penerbit alat bayar.

Sistem ini akan memberikan kemudahan bagi pembeli dalam melakukan pembayaran dengan menggunakan teknologi QR code secara mobile.

Fajar Eri Dianto selaku Chief Executive Officer QRen mengatakan, aplikasi QRen dihadirkan untuk membantu efektifitas pembayaran layanan masyarakat agar program Smart City di berbagai daerah segera terwujud.

PT Telkom berupaya menghadirkan inovasi pembayaran digital berbasis kode QR yang terintegrasi dan tepat guna melalui aplikasi QRen bekerjasama dengan Bank Indonesia.

“Apikasi QRen bisa menjadi solusi pembayaran yang dapat dimanfaatkan oleh semua penyelenggara sistem pembayaran. Baik di Indonesia maupun di luar negeri yang telah sesuai dengan standardisasi BI. Juga bisa digunakan oleh pihak swasta maupun pemerintah daerah dalam meningkatkan dan memantau Pendapatan Asli Pemerintah (PAD),” kata Fajar Eri Dianto dalam keterangan tertulis, Minggu (2/8/2020).

Melalui aplikasi ini, kata Fajar, pengguna bisa bertransaksi dengan cepat dan praktis, bisa dilakukan tanpa uang tunai, dan dapat digunakan saat melakukan transaksi online dan offline pada semua segmen merchant.

Adapun layanan dan fitur inovatif yang disediakan aplikasi QRen sangat beragam, seperti mencetak kode QR untuk pembayaran kode QR, layanan PPOB, top up E-Money, Integrated QR Payment Application, dan riwayat transaksi dan pemisahan modal usaha dan pendapatan.

“Bagi para pelaku UMKM, Aplikasi QRen dapat meningkatkan produktivitas, dan membantu pengelolaan bisnis agar lebih tertata dengan baik,” ujarnya.

Aplikasi QRen Dukung Program Smart City

Sementara Kepala Dinas Kominfo Provinsi Jawa Barat Setiaji, mengungkapkan, pemda setempat menjalin kerjasama dengan berbagai pihak untuk mewujudkan program Smart City, salah satunya dengan aplikasi QRen.

Menurut Setiaji, transaksi menggunakan kode QR sangat bermanfaat bagi masyarakat di masa pandemi saat ini karena dilakukan secara digital dan mengurangi transaksi tunai secara langsung.

“Kami berharap dengan pembayaran kode QR, akan mendukung terwujudnya misi pemerintah yaitu memberikan pelayanan terbaik untuk seluruh masyarakat,” kata dia.

Adapun program Smart City merupakan pembentukan kota yang berbasis teknologi, dimana pemda dan masyarakatnya telah menggunakan teknologi informasi dalam kegiatan sehari-hari.

Dengan menyusun Masterplan Smart City, pemerintah berupaya untuk menciptakan fasilitas kota atau wilayah berbasis teknologi guna menghadirkan layanan terbaik kepada masyarakat. []

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM