Connect with us
PERTAMINA

Energi & Tambang

Antam Inovasi Desain & Kemasan Emas Logam Mulia

MediaBUMN

Published

on

Emas Antam

PT Aneka Tambang Tbk / Antam melalui Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia (UBPP LM) meluncurkan desain dan kemasan emas Antam-Logam Mulia (Antam-LM) yang baru. Peluncuran dilakukan oleh Direktur Utama Antam, Arie Prabowo Ariotedjo di Hotel Indonesia Kempinski Jakarta pada 30 Juli 2018. Peluncuran desain dan kemasan baru emas Antam-LM ini juga menandai peringatan Ulang Tahun Antam ke-50.

Dalam kesempatan tersebut Arie mengatakan desain dan kemasan Emas Antam-LM terbaru merupakan salah satu refleksi inovasi Antam khususnya di sektor hilir komoditas emas yang dikelola Perusahaan.

Nilai tambah dari produk ini, imbuhnya, akan memberikan perlindungan bagi pelanggan dalam berinvestasi emas karena menjamin keaslian produk. Fasilitas pengolahan dan pemurnian Antam yang tersertifikasi Responsible Gold dari London Bullion Market Association (LBMA) senantiasa memastikan pasokan emas Perusahaan bebas dari pencucian uang, pelanggaran hak asasi manusia dan tidak terlibat dalam konflik.

Peluncuran desain dan kemasan emas baru ini juga merupakan salah satu rekam jejak yang penting sejak tahun 1930 UBPP LM mencetak emas batangan. Setelah 1930, perubahan desain emas batangan secara signifikan dilakukan di tahun 1968, 1974, 1980, 1989, 1994 dan 2004. Sedangkan tahun 2011 selain mengubah bentuk emas batangan menjadi bentuk portrait UBPP LM mulai menggunakan latent image pada produk, dan pada tahun 2013, Antam mulai menggunakan kemasan blister untuk pecahan 50 dan 100 gram.

Emas Antam-LM terbaru ini tersedia dalam pecahan 0,5 , 1, 2, 3, 5, 10, 25, 50 dan 100 gram. Salah satu perbedaan signifikan dibandingkan dengan emas ANTAM-LM edisi sebelumnya adalah dimensi yang lebih besar untuk denominasi yang sama. Hal ini merupakan respon Antam atas permintaan pasar yang menginginkan dimensi yang lebih besar pada emas Antam-LM. Emas batangan baru juga dikemas dengan teknologi CertiCard® untuk meningkatkan rasa aman masyarakat dalam berivestasi emas batangan karena memberikan fitur keamanan berlapis.

Emas Antam-LM dengan desain dan kemasan yang baru akan tersedia di seluruh jaringan Butik Emas ANTAM-Logam Mulia (Butik Emas Antam-LM) dan mitra UBPP LM pada 31 Juli 2018. Butik Emas Antam-LM menerima pembelian kembali produk Emas Antam-LM baik yang lama maupun terbaru sesuai dengan kelengkapan dan ketentuan yang berlaku di seluruh Butik Emas Antam-LM. []

Energi & Tambang

Pembangunan Smelter Antam Mangkrak 8 Tahun

Alfian Setya Saputra

Published

on

Pembangunan Smelter Antam

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Pembangunan Smelter Antam yang dimulai sejak tahun 2012 lalu hingga kini tidak kunjung rampung.

Padahal untuk pengerjaan proyek tersebut, PT Aneka Tambang (Persero) Tbk. sudah mendapatkan Penanaman Modal Negara (PMN) sebesar Rp3,5 triliun di tahun 2015.

Hal ini pun menjadi sorotan Menteri BUMN, Erick Thohir dalam rapat bersama Komisi VI DPR di Jakarta, Selasa (22/9/2020).

Erick mengatakan, pembangunan pabrik smelter Nickel Pig Iron (NPI) Blast Furnance ada di Halmahera, Maluku Utara.

Salah satu kendala mangkraknya pembangunan smelter Antam ini, lantaran pembangkit listrik yang dikerjakan kontraktor anak usaha PT PLN (Persero) untuk smelter ini juga belum rampung.

“PMN yang sudah diberikan kepada PT Antam ternyata tidak maksimal. Seharusnya investasi pemerintah lewat PMN ini tidak bisa project based, tapi proses bisnis yang harus dijalankan bersama-sama. Sangat aneh kalau kita membangun smelter, tapi listriknya belum siap,” kata Erick.

Erick menambahkan, PT Antam tidak maksimal menjalankan sinergi BUMN yang sudah digaungkan selama ini.

Hal itu menjadi salah alasan Kementerian BUMN merobak jajaran direksi PT Antam pada akhir tahun 2019.

Saat itu, Erick mencopot Arie Prabowo Ariotedjo yang sudah menjabat sebagai Direktur Utama sejak tahun 2017 dan digantikan oleh Dana Amin.

Meski begitu, PT Antam melaporkan bahwa pembangunan Smelter Antam berkapasitas 13.500 ton nikel per tahun ini sudah memasuki tahap kontruski.

Bahkan menurut pihak perseroan, pengerjaan smelter ini sudah hampir rampung dengan capaian konstruksi 98 persen pada Semester I tahun 2020.

Di sisi lain, Erick Thohir juga meminta PT Antam untuk mengelola bekas wilayah tambang emas PT Freeport Indonesia.

Sebelumnya, Erick telah menyurati Menteri ESDM, Arifin Tasrif agar PT Antam mendapatkan izin pengelolaan bekas tambang emas Freeport tersebut.

Terkait hal itu, SVP Corporate Secretary PT Aneka Tambang (Persero) Tbk. Kunto Hendrapawoko menytakan pihaknya menyambut baik kesempatan tersebut.

Menurutnya, pengelolaan bekas tambang ini bisa menjadi peluang dan prospek yang baik bagi PT Antam sebagai bagian dari Holding Industri Pertambangan MIND ID.

“Ini akan memperkuat komoditas emas perusahaan, rencana ini juga akan membuka kesempatan sinergi pengelolaan aset pertambangan nasional untuk mendukung pengembangan hilirisasi bisnis mineral yang terintegrasi,” kata Kunto. []

Continue Reading

Energi & Tambang

DPPU Pertamina Resmi Berdiri di Bandara Ferdinand Lumban Tobing

GUNADI WITJAKSONO

Published

on

DPPU Pertamina

MEDIABUMN.COM, Jakarta – DPPU Pertamina (Depot Pengisian Pesawat Udara) resmi berdiri di Bandara Dr Ferdinand Lumban Tobing, Kabupaten Tapanuli Tengah.

Pembangunan sarana DPPU ini dilakukan oleh PT Pertamina (persero) beserta afiliasinya PT Elnusa Petrofin (EPN) untuk memenuhi kebutuhan pasokan bahan bakar Avtur bagi maskapai di wilayah operasional bandara tersebut.

Meningkatkan jalur transportasi udara dan maskapai dari bandara ini menjadi salah satu faktor dibangunannya fasilitas ini.

Sebelumnya penerbangan Dari bandara Dr Ferdinand Lumban Tobing sempat vakum saat awal wabah wabah Covid-19 merebak

Beberapa fasilitas yang diresmikan pada 27 Agustus lalu yaitu Kantor Operasional DPPU Pertamina yang telah direlokasi di lahan seluas 600 meter persegi.

Kemudian penyimpanan Avtur (tank storage) yang kapasitasnya ditambah sebesar 25 KL dari DPPU Pertamina Bandara Polonia Medan.

Dengan penambahan itu, total kapasitas penyimpanan di DPPU Pertamina Pinangsori totalnya sebesar 60 KL, naik hampir dua kali lipat dari sebelumnya.

Penyimpanan ini pun meningkatkan ketahanan stok Avtur di bandara dari sebelumnya 4 hari menjadi 10 hari dalam kondisi normal.

Diketahui, DPPU Pertamina di Bandara Ferdinand Lumban Tobing telah dikelola oleh PT Elnusa Petrofin sejak tahun 2017 lalu.

Sebelumnya sistem penyimpanan Avtur di sarana DPPU ini masih menggunakan floating tank, maka pihak Pertamina terus melakukan pembenahan untuk memenuhi kebutuhan maskapai.

Direktur Utama PT Elnusa Petrofin, Haris Syahrudin mengatakan fasilitas dan sarana DPPU yang baru ini adalah kontribusi nyata EPN untuk mendukung Pertamina dalam menjaga ketersediaan energi.

Terutama untuk bahan bakar Avtur yang digunakan maskapai sebagai pelanggan Pertamina serta masyarakat pada umumnya.

“Kami berharap dengan ketersediaan Avtur yang terjaga, akan mendorong dan meningkatkan kembali sektor ekonomi di Tapanuli Tengah,” ujarnya.

DPPU Pertamina Berdampak Positif

Gema Iriandus Pahalawan selaku GM Marketing Region I Pertamina, menyebutkan, Pertamina mendapat penugasan dari pemerintah untuk melayani kebutuhan energi.

Ia pun berharap dengan peresmian DPPU Pertamina ini, akan memberi dampak positif bagi dan mendorong pemulihan ekonomi di daerah tersebut, terutama untuk sektor industri, pariwisata dan bisnis.

“Selain itu keberadaan sarana dan fasilitas baru DPPU Pertamina di Pinangsori mampu meningkatkan efisiensi pengisian Avtur bagi Maskapai,” tutupnya.

Untuk diketahui, PT Elnusa Petrofin (EPN) adalah anak perusahaan dari PT. Elnusa Tbk yang didirikan di Jakarta pada tanggal 5 Juli 1996.

Adapun PT. Elnusa Tbk adalah Anak Perusahaan Pertamina yang bergerak di sektor jasa logistik dan distribusi BBM.

EPN saat ini menjadi salah satu ujung tombak Pertamina untuk menyalurkan BBM PSO dan BBM Satu Harga ke berbagai daerah di Indonesia. []

Continue Reading

Energi & Tambang

Pelabuhan Tanjung Intan Tersambung Listrik 1.385 kVA

EKO PRASETYO

Published

on

Pelabuhan Tanjung Intan

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Pelabuhan Tanjung Intan di Cilacap, Jawa Tengah telah dilakukan penyalaan pasang baru shore connection dengan daya sebesar 1.385 kVA oleh PT PLN (Persero).

Shore connection yaitu pemasangan jaringan listrik di dermaga untuk digunakan oleh kapal yang bersandar di pelabuhan tersebut.

Pemasangan jaringan listrik ini sebagai tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) dan sinergi antara Pelindo III selaku pengelola Pelabuhan Tanjung Intan dengan PT PLN.

Sambungan listrik dari PLN nantinya akan menghemat biaya BBM untuk operasional pelabuhan hingga 50 persen.

General Manager (GM) Pelindo III Sutopo mengatakan, dengan penggunaan energi listrik, Pelindo III bisa melakukan efisiensi biaya Bahkan Bakar Minyak.

“Dengan penyediaan tenaga listrik di lingkungan terminal pelabuhan, kami berharap biaya yang dikeluarkan bisa lebih efisien. Kami juga berharap krjasama ini tidak hanya di Pelabuhan Tanjung Intan saja, tapi semua pelabuhan di Pelindo akan menjalin kerjasama dengan PLN,” ujar Sutopo melalui keterangan tertulis, Sabtu (19/8/2020).

Adapun pemasangan jaringan listrik daya 1.385 kVA ini adalah pemasangan tahap pertama dari target daya yang telah disepakati sebesar 5.500 kVA.

Diketahui Pelabuhan Tanjung Intan juga sedang dikembangkan sebagai pelabuhan dengan infrastuktur pendukung ekspor impor di wilayah Jawa Tengah.

Dengan infrastruktur pelabuhan yang memadai, akan membuat daerah lain juga tertarik untuk mengekspor barangnya dari Cilacap, terlebih akses transortasi juga didukung keberadaan kereta api dan juga bandar udara.

Sementara General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, Feby Joko Priharto mengatakan penyambungan jaringan baru ini sejalan dengan transformasi PLN yaitu ‘Green Energy’.

Dimana perusahaan setrum negara ini terus mendorong penyediaan energi yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

“Dengan adanya pelayanan listrik dari PLN, saat ini kapal yang bersandar di Pelabuhan Tanjung Intan tidak perlu lagi menggunakan BBM untuk membangkitkan listriknya, tapi bisa langsung dari jaringan yang kita pasang,” ujarnya.

Namun pihak PLN juga harus menghadapi tantangan yang berat selama proses penyambungan jaringan listrik tersebut.

“Tim dari PLN harus bisa menyelesaikan pengerjaan proyek jaringan ini hanya dalam waktu 3 hari. Tim PLN juga harus memasang sambungan kabel bawah tanah sepanjang 350 meter yang penuh dengan beton,” pungkasnya. []

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM