Connect with us
PERTAMINA

Transportasi

Angkutan Logistik ASDP Naik 13,3 Persen di Semester I 2021

Published

on

Angkutan logistik ASDP

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Angkutan logistik ASDP dalam kurun waktu Januari hingga Juli 2021 mengalami peningkatan sebesar 13,3 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2020.

Pada Semester I 2020, total angkutan logistik ASDP sebesar 2,80 juta kendaraan, sementara di semester I tahun ini menjadi 3,23 juta kendaraan logistik

Adapun total barang yang diangkut selama semester I tahun ini sebanyak 465.000 ton, atau sekitar 82 persen dari target rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP).

Sebelumnya PT ASDP menargetkan angkutan barang dalam RKAP tahun 2021 sebanyak 565 ribu ton.

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Ira Puspadewi mengatakan ada berbagai sektor usaha banyak yang terdampak pandemi, tetapi PT ASDP tetap bertahan dan terus menghadirkan layanan prima.

Terutama di dengan menyediakan layanan logistik ASDP yang berdampak terhadap sektor yang menjadi penopang kinerja perusahaan.

“Sejak tahun 2020 tren penumpang mengalami penurunan drastis. jumlahnya jauh berbeda jika dibandingkan dengan 2019 sebelum kasus Covid-19 melanda Indonesia,” katanya, Kamis (23/9/2021).

Turunnya jumlah penumpang ini karena penerapan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang berdampak pada turunnya mobilitas masyarakat.

Meski jumlah penumpang turun, namun angkutan logistik ASDP masih mampu beroperasi normal dan tetap melayani truk yang membawa barang.

“Kita tetap menyediakan angkutan logistik ASDP yang prima untuk menjaga pasokan ke berbagai daerah tetap stabil. Hasilnya, layanan sektor logistik inilah yang masih menopang perusahaan selama pandemi Covid-19,” ungkapnya.

Adapun pendapatan yang berhasil diraih oleh BUMN penyeberangan ini di semester I tahun 2021 mencapai Rp1,70 triliun.

Pendapatan itu meningkat 18,8 persen dari realisasi pendapatan semester I tahun lalu yaitu sebesar Rp1,43 triliun dan mencapai 91 persen dari target RKAP tahun ini.

Ira mengatakan, pihaknya juga membukukan laba sebesar Rp156 miliar di semester I tahun ini yang jumlahnya meningkat 289 persen dibandingkan laba periode yang sama tahun lalu, yang justru merugi Rp80,5 miliar.

“Tahun ini sudah melampaui target laba hingga 474 persen, karena target tahun ini hanya Rp32 miliar,” bebernya.

Dorong Kinerja Tumbuh

Guna menjaga kinerja perusahaan tetap optimal, ASDP Ferry terus berupaya menghadirkan layanan bermutu prima kepada seluruh stakeholder, terutama pengguna jasa penyeberangan dan pelabuhan.

Ira Puspadewi mengatakan, meski berupaya menggenjot pendapatan dan laba, pihaknya tetap fokus pada penerapan protokol kesehatan secara ketat.

Baik di area pelabuhan dan di dalam kapal yang sejauh ini sudah terlaksana secara ketat sesuai prosedur yang berlaku.

Diketahui, tahun ini, ASDP membidik target penumpang bisa mencapai 5,9 juta orang, kendaraan roda dua/tiga sebanyak 3,3 juta unit, dan kendaraan roda empat sebanyak 2,9 juta unit.

Sementara target angkutan logistik ASPD berupa total barang yang diangkut sebanyak 1,2 juta ton.

Salah langkah yang dilakukan ASDP dalam menjaga stabilitas bisnis yaitu mengakselerasi digitalisasi penyeberangan.

Saat ini perseroan membuka layanan online ticketing Ferizy yang telah berlaku di empat pelabuhan utama, yakni Gilimanuk, Merak, Bakauheni, dan Ketapang.

Pembayaran dilakukan secara nontunai (cashless) dengan kartu uang elektronik, virtual account dan dompet elektronik yang penerapannya di lebih dari 20 pelabuhan ASDP telah mencapai 100 persen. []

Transportasi

Saham ASDP Bakal IPO 2022, Bidik Dana Segar Rp4 Triliun

Published

on

Saham ASDP

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Saham ASDP rencananya akan dilakukan penawaran publik atau initial public offering (IPO) mulai tahun depan.

Pihak perseroan menargetkan saham ASDP bisa mulai melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pada kuartal II tahun 2022 atau paling lambat di kuartal III.

Dari IPO ini, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menargetkan dapat meraup dana segar hingga sekitar Rp4 triliun.

Direktur Komersial dan Pelayanan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) M Yusuf Hadi mengatakan, dana tersebut akan digunakan untuk belanja modal atau capital expanditure (capex) dan pengembangan bisnis.

M Yusuf menyebut target dana hasil IPO Saham ASDP di kisaran Rp3 triliun sampai Rp 4 triliun terbilang masih kecil.

“Kita buat target dananya tidak terlalu besar karena situasi pandemi yang masih terjadi saat ini ini, jadi targetnya segitu dulu,” kata Yusuf Hadi.

Yusuf menjelaskan, PT ASDP sudah menyiapkan berbagai program dan upaya ekspansi bisnis yang akan dimulai di tahun 2022.

Salah satunya akan mengakuisisi perusahaan operator swasta untuk menambah armada kapal guna meningkatkan layanan di 289 rute atau lintasan komersial.

“Saat ini total kapal ASDP dan mitra 212 kapal, maka akan melakukan akuisisi guna menjamin kualitas penyeberangan. Dengan adanya tambahan armada kapal pasti keterjaminan itu juga lebih besar lagi,” ujarnya dalam acara Economic Outlook 2022 dengan tema “Akselerasi Pembangunan Transportasi 2022” Rabu (24/11/2021).

Terkait potensi bisnis penyeberangan di tahun depan, Yusuf mengaku optimis sektor ini akan membaik seiring dengan kondisi ekonomi Indonesia yang diprediksi akan terus baik.

Hal itu juga bisa dilihat dari data peningkatan jumlah penumpang atau barang yang diangkut menggunakan kapal milik ASDP.

Di awal pandemi tahun 2020, Yusuf menyatakan saat itu bisnis ASPD sangat terpuruk karena adanya pembatasan perjalanan dalam aturan PSBB.

Namun di tahun ini jumlah penumpang yang menyeberang sudah naik hingga 11,5 persen, roda empat naik 8,9 persen, dan sepeda motor naik 6,3 persen.

Walaupun jumlah pengguna jasa di tahun ini belum setara 2019, perseroan tetap yakin peningkatan di tahun 2022 akan semakin baik.

“Kami memprediksi jumlah penumpang akan tumbuh 14 persen dan angkutan logistik tumbuh 16 persen. Jika ini tercapai, artinya prospek di 2022 ekonomi dari sektor industri maritime sudah membaik,” kata Yusuf. []

Continue Reading

Transportasi

Syarat Penyeberangan Diperketat, Ini Penjelasan PT ASDP

Published

on

Syarat penyeberangan

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Syarat penyeberangan akan diperketat mulai 1 Desember mendatang untuk menekan arus perjalanan orang di akhir tahun.

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) selaku BUMN yang mengelola jasa pelabuhan akan memperketat syarat penyeberangan di Pulau Sumatera, Jawa dan Bali.

Ada beberapa persyaratan penyeberangan yang akan diperiksa secara ketat, yaitu menunjukkan dokumen vaksin dan hasil negatit Antigen/PCR yang valid, ditunjukkan melalui Aplikasi PeduliLindungi.

Kemudian pelaku perjalanan harus menunjukkan e-ticket Ferizy berisi data lengkap sesuai kartu identitas dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).

Sekretaris perusahaan ASDP, Shelvy Arifin menjelaskan pengetatan ini hanya berlaku dari Jawa ke Bali dan Sumatera atau sebaliknya mulai 1 Desember 2021.

“Bagi pengguna jasa Ferry kami minta agar data penumpang dan kendaraan diisi dengan benar sesuai KTP dan STNK. Jadi petugas kami hanya akan menerima e-ticket yang datanya lengkap dan sesuai identitas penumpang dan kendaraan,” kata Shelvy melalui keterangan resminya, Minggu (21/11/2021).

Shelvy menjelaskan, dalam proses check in, calon penumpang harus membawa dokumen e-ticket berisi data lengkap dan kartu identitas untuk diverifikasi oleh petugas ASDP.

Pengetatan syarat penyeberangan ini akan diberlakukan di Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan, Pelabuhan Merak Banten, Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk.

Ia menjelaskan, penumpang yang berhak atas santunan asuransi dalam perjalanan kapal ferry adalah penumpang yang datanya memang sesuai dan sah.

Maka para penumpang kapal Ferry tetap diimbau agar membeli tiket secara mandiri melalui aplikasi Ferizy, situs ferizy.com atau dan sales resmi yakni Agen BRILink dan Alfamart.

Syarat Penyeberangan Tekan Covid-19

Dalam pengisian calon penumpang dan kendaraan harus diperhatikan dengan baik agar tidak salah dan pastikan seluruh jumlah penumpang di kendaraan terdata di dalam tiket agar sesuai dengan data manifest kapal.

Jika calon penumpang hanya melampirkan QR code tanpa data perjalanan dan tidak mencantumkan identitas, jumlah penumpang, jenis kendaraan, dan nopolnya tidak sesuai, maka tidak akan dilayani di loket ASDP.

Adapun pengetatan syarat penyebrangan ini dilakukan pemerintah guna menekan penyebaran Covid-19 dan mencegah terjadinya gelombang ketiga pandemi di Indonesia.

Sebelumnya pemerintah sudah menetapkan PPKM Level III dengan menetapkan syarat penyeberangan wajib menunjukkan kartu vaksin hasil rapid PCR hasil negatif yang berlaku 3 x 24 jam atau hasil swab Antigen berlaku 1 x 24 jam.

Namun ada pengecualian yang diberlakukan bagi warga yang masih berusia di bawah 12 tahun tidak perlu menunjukkan kartu vaksin.

Sementara bagi warga yang mengalami masalah kesehatan khusus (komorbid) wajib menunjukkan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah.

Namun di dalam Surat Eedaran Menteri Perhubungan Nomor 94, dan Surat Edaran Satgas Covid Nomor 22, dan Imendagri Nomor 57, aturan ini dikecualikan bagi para sopir angkutan logistik. []

Continue Reading

Transportasi

Utang Garuda Indonesia, GIAA Kirim “Surat Cinta” Ke Lessor

Published

on

Utang Garuda

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Utang Garuda Indonesia masih terus diupayakan restrukturisasi agar maskapai pelat merah ini tidak pailit.

Saat ini pihak perseroan sudah mengirimkan skema proposal restrukturisasi utang Garuda kepada pihak lessor dan kreditur.

Langkah ini sebagai salah satu upaya pemulihan kinerja PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk yang terus dioptimalkan.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan, pihaknya mengajak seluruh lessor dan kreditur untuk meninjau skema restrukturisasi yang diajukan ini untuk dipertimbangan.

Dijelaskannya, dalam proposal ini dituangkan rencana jangka panjang bisnis GIAA dan berbagai penawaran yang diajukan dalam pembayaran kewajiban perusahaan.

“Skema restrukturisasi ini kami sampaikan kepada para lessor, kreditur, dan para pemasok utama untuk dipertimbangkan dalam proses restrukturisasi yang akan berjalan,” kata Irfan Setiaputra melalui keterangan tertulis Selasa (16/11/2021).

Irfan menyebut, langkah sebagai upaya dari GIAA untuk mempercepat proses restrukturisasi utang Garuda dan pemulihan bisnis maskapai pelat merah tersebut.

Pengajuan skema ini, sambung dia, menjadi momen penting bagi pihak perseroan untuk melakukan upaya transformasi bisnisnya agar lebih adaptif, efisien, dan tetap menghasilkan.

Skema Restrukturisasi Utang Garuda Indonesia

Adapun skema restrukturisasi utang Garuda Indonesia disampaikan melalui kanal data digital yang dapat diakses secara kapan saja (real time) oleh semua pihak terkait.

Baik itu untuk para lessor, kreditur, maupun pihak lainnya yang sudah menjalin ketentuan non-disclosure agreement (perjanjian kerahasiaan).

Menurut Irfan, kanal ini akan memudahkan semua pihak untuk meninjau dokumen serta memberi tanggapan balik kepada Garudan Indonesia.

“Ini berkomitmen menjalankan transparansi dan kejujuran dengan menyediakan sistem yang bisa diakses secara terbuka. Ini juga akan mendukung terciptanya komunikasi konstruktif dengan semua kreditur,” ungkapnya.

Proposal restrukturisasi ini, juga telah disesuaikan dengan pengajuan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) di Pengadilan Niaga Jakarta dari salah satu mitra bisnis Garuda.

Pihak perseroan juga telah berkoordinasi dengan tim restrukturisasi dan konsultan untuk menjawab dan mempelajari setiap respons yang disampaikan.

Sehingga dari jawaban yang masuk, manajemen Garuda bisa segera melakukan tindak lanjut negosiasi, sehingga akan didapatkna kesepakatan terbaik.

“Dukungan dari lessor dan kreditur tentunya sangat penting bagi Garuda sehingga kami bisa menjalankan transformasi agar lebih adaptif menjawab berbagai tantangan industri penerbangan di masa yang akan depan,” tuturnya.

Sembari melakukan negosiasi, di sisi lain pihak maskapai juga terus melakukan penyempurnaan layanan penerbangan melalui tinjauan pada aspek biaya dan efisiensi.

Namun Garuda akan tetap mengedepankan aspek keamanan dan kenyamanan dalam penerbangan sehingga dapat memenuhi kebutuhan para pengguna jasa.

“Pembenahan kami lakukan di seluruh aspek bisnis. Kami tengah berupaya memaksimalkan lini pendapatan dari bisnis kargo sebagai penopang utama pendapatan usaha,” tutupnya. []

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM

error: Content is protected !!