Connect with us
PERTAMINA

Airport Services

Angkasa Pura I Konsisten Terapkan Protokol Kesehatan pada Masa PPKM

Published

on

Protokol Kesehatan

MEDIABUMN.COM, Jakarta – PT Angkasa Pura I (Persero) konsisten menerapkan protokol kesehatan perusahaan terkait pencegahan penyebaran Covid-19 di lingkungan bandara. Seiring dengan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) sejak awal Januari 2021, Angkasa Pura I juga secara rutin melakukan pengawasan kepada pengguna jasa bandara untuk menerapkan protokol kesehatan secara disiplin.

Petugas bandara ditugaskan untuk melakukan pengecekan langsung ke seluruh area terminal masing-masing bandara untuk memastikan pengguna jasa bandara menerapkan protokol kesehatan dengan baik, seperti meggunakan masker hingga menjaga jarak minimal 1,5 meter. Pengawasan juga dilakukan melalui kamera CCTV yang terpusat pada ruang kontrol sehingga ketika terdapat penumpang yang tidak disiplin, petugas dapat langsung menghampiri dan mengingatkan penumpang tersebut.

“Angkasa Pura I menjamin bahwa penerapan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid19 di 15 bandara dilakukan secara konsisten dan disiplin. Hal ini bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dan menyukseskan kebijakan Pemerintah terkait pembatasan kegiatan masyarakat,” ujar Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi.

Pada masa PPKM di Januari 2021, trafik penumpang di 15 bandara Angkasa Pura I mencapai 2.016.159 pergerakan penumpang, turun dari trafik penumpang pada Desember 2020 yang mencapai 3.109.587 pergerakan penumpang. Sedangkan trafik pesawat pada Januari 2021 sebesar 29.561 pergerakan, turun dari trafik pesawat pada Desember 2021 yang sebesar 39.857 pergerakan. Trafik kargo pada Januari 2021 sebesar 35.861.107 kg, turun dari 44.419.756 kg pada Desember 2020.

Penurunan trafik yang terjadi pada Januari 2021 lalu dipengaruhi oleh faktor penerapan kebijakan PPKM dan sektor penerbangan yang tengah memasuki periode low season .

Trafik penumpang tertinggi pada Januari 2021 terdapat di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar yaitu sebesar 521.511 pergerakan penumpang, diikuti trafik penumpang di Bandara Juanda Surabaya yang sebesar 397.064 pergerakan penumpang, dan trafik penumpang di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali yang sebesar 206.240 pergerakan penumpang.

PERSYARATAN PERJALANAN UDARA RUTE DOMESTIK DAN INTERNASIONAL

Sesuai Surat Edaran Kementerian Perhubungan nomor SE 19 tahun 2021 Pertunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Udara pada Masa Pandemi Covid-19, setiap penumpang pesawat harus memenuhi sejumlah persyaratan kesehatan, antara lain:

1. Menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2 x 24 jam atau hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1 x 24 jam sebelum keberangkatan penerbangan dari dan menuju Bandara I Gusti Mgurah Rai Bali.

2. Menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3 x 24 jam atau hasil tegatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2 x 24 jam sebelum keberangkatan penerbangan dari dan menuju ke tujuan lain selain Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali.

Persyaraan di atas tidak berlaku bagi penerbangan angkutan udara perintis, penerbangan di daerah 3T (tertinggal, Terdepan, Terluar), atau penumpang anak-anak yang berusia di bawah 5 tahun.

Sementara itu, sesuai dengan Surat Edaran Kementerian Perhubungan nomor SE 21 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Internasional Dalam Masa Pandemi COVID-19, dinyatakan bahwa pelaku warga negara asing (WNA) tidak diperbolehkan masuk ke Indonesia, kecuali WNA yang memenuhi kriteria ketentuan dalam Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia no. 26 Tahun 2020 tentang Visa Visa dan Izin Tinggal dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru, WNA yang sesuai dengan skema perjanjian bilateral Travel Corridor Arrangement (TCA), dan/ atau mendapat pertimbangan/ izin khusus secara tertulis dari kementerian/ lembaga.

Adapun pelaku perjalanan internasional yang berstatus Warga Negara Indonesia (WNI) dari luar negeri diizinkan memasuki Indonesia dengan tetap mengikuti protokol kesehatan yang ketat sebagaimana ditetapkan Pemerintah.

Seluruh WNI dan WNA yang memasuki wilayah Indonesia harus menunjukkan hasil negatif melalui tes RT-PCR di negara asal yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3 x 24 jam sebelum jam keberangkatan dan dilampirkan pada saat pemeriksaan kesehatan atau e-HAC internasional Indonesia. Setibanya di Indonesia, WNI dan WNA diwajibkan tes ulang RT-PCR dan menjalani karatina terpusat selama 5 x 24 jam di tempat yang telah ditentukan.

KONSISTEN MENERAPKAN PROTOKOL KESEHATAN

Angkasa Pura I memprioritaskan penerapan protokol kesehatan yang ketat di bandar-bandara kelolaannya. Petugas bandara selalu memastikan kebersihan pada fasilitas-fasilitas publik seperti konter check in, trolley, self check-in machine, security check point (tray & x-ray), toilet, boarding pass scanner, hand rail, arm chair, dan lain sebagainya di bandara kami dilakukan pembersihan secara intens dan berkala menggunakan disinfektan.

Selain itu Angkasa Pura I juga mendorong mitra usaha atau tenant di bandara untuk menerapkan adaptasi kebiasaan baru dalam pelayanan kepada pengguna jasa bandara dengan melalui penerapan:

1. Menyediakan peralatan pelindung yang mungkin dibutuhkan karyawan, seperti pelindung wajah, sarung tangan, masker dan pemeriksaan kondisi kesehatan (< 38ºC).

2. Penyesuaian ruang kerja dan bisnis sesuai dengan panduan jarak fisik yang berlaku.

3. Penyediaan beberapa stasiun pembersih tangan dan atau wastafel di seluruh area disertai dengan rambu/petunjuk yang memadai untuk penumpang.

4. Mempertimbangkan langkah-langkah perlindungan baru jika ada, seperti pemasangan perisai plexiglass antara karyawan yang berhadapan dengan pelanggan.

5. Menganjurkan penggunaan tiang penopang antrean dan atau marka lantai untuk mengampanyekan penerapan jaga jarak fisik.

6. Meningkatkan kebersihan, pembersihan, dan disinfeksi sebelum dan sesudah digunakan serta menyesuaikan jumlah staf yang dialokasikan untuk pelaksanaan pembersihan berdasarkan kapasitas atau volume penerbangan dan penumpang.

7. Implementasi pengaturan sirkulasi, jumlah pengunjung atau antrean dan batas waktu kunjungan di pintu masuk dan keluar untuk mencegah keramaian atau kerumunan.

8. Menyaratkan penggunaan peralatan makan sekali pakai dan penyediaan makanan dan minuman dalam kemasan untuk dibawa pulang dan atau dimakan di tempat.

9. Mengelola limbah secara efisien untuk meminimalkan penyebaran penyakit ke seluruh siklus hidup pemangku kepentingan dan titik kontak pengelolaan limbah.

Sedangkan kepada petugas operasional yang bertugas, Angkasa Pura I mewajibkan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) seperti kacamata pelindung (goggles), pelindung wajah (face shield), masker, sarung tangan serta menyediakan cairan pembersih tangan atau hand sanitizer di area-area terminal. Selain itu untuk pelaksanaan physical distancing kami telah melakukan pengaturan jarak antrean minimal 1,5 meter pada area check-in counter, security check point, imigrasi, boarding lounge, garbarata, area baggage claim serta area tunggu transportasi publik.

“Penggunaan teknologi juga dilakukan melalui Airport Operation Control Center (AOCC) yang berfungsi untuk mengendalikan dan memonitor operasional bandara secara real time dan memastikan penerapan protokol kesehatan pencegahan penyebaran COVID-19. Selain itu diterapkan juga virtual customer service, boarding pass scanner serta digital meeting point (DMP) untuk meminimalisir interaksi langsung dengan penumpang dan mempermudah penjemputan penumpang, khususnya di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali,” imbuh Faik.

Angkasa Pura I senantiasa berkomitmen untuk konsisten menerapkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19 di lingkungan perusahaan dan bandara demi meningkatkan kepercayaan diri masyarakat untuk melakukan perjalanan udara dengan aman dan nyaman di masa adaptasi kebiasaan baru.

Adapun Protokol New Normal Perusahaan dapat dilihat dan diunduh pada: https://ap1.co.id/id/information/pedoman-new-normal-covid19

Airport Services

Optimis Lalui Tekanan Pandemi, Angkasa Pura I Telah Siapkan Skema Restrukturasi Finansial dan Operasional

Published

on

Restrukturasi

MEDIABUMN.COM, Jakarta – PT Angkasa Pura I tengah mengalami tekanan kinerja operasional dan finansial akibat pandemi Covid-19 yang masih berlangsung hingga kini. Menyikapi hal ini, manajemen PT Angkasa Pura I tengah menyiapkan program restrukturisasi operasional dan finansial perusahaan yang diharapkan rampung pada Januari 2022 mendatang sehingga perusahaan kemudian dapat bangkit dalam beberapa waktu ke depan.

Pandemi Covid-19 yang mulai terjadi di Indonesia sejak Maret 2020 berdampak terhadap penurunan drastis trafik penumpang di 15 bandara Angkasa Pura I. Sebagai gambaran, pada 2019, trafik penumpang di bandara Angkasa Pura I mencapai 81,5 juta penumpang. Namun ketika pandemi Covid-19 melanda pada awal 2020, trafik penumpang turun menjadi 32,7 juta penumpang dan pada 2021 ini diprediksi hanya mencapai 25 juta penumpang.

Pandemi Covid-19 melanda pada saat Angkasa Pura I tengah dan telah melakukan pengembangan berbagai bandaranya yang berada dalam kondisi lack of capacity, seperti Bandara Internasional Yogyakarta di Kulon Progo (YIA) yang menghabiskan biaya pembangunan hampir Rp12 triliun, Terminal Baru Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin yang menghabiskan biaya pembangunan sebesar Rp2,3 triliun, Terminal Baru Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang sebesar Rp2,03 triliun, Bandara Sultan Hasanuddin Makassar sebesar Rp2,6 triliun, dan beberapa pengembangan bandara lainnya seperti Bandara Sam Ratulangi Manado, Bandara Lombok Praya, Terminal 1 Bandara Juanda Surabaya, Bandara Pattimura Ambon, Bandara El Tari Kupang dimana kesemuanya dibiayai melalui skema penggunaan dana internal dan berbagai sumber lain seperti kredit sindikasi perbankan serta obligasi. Hal ini juga dimaksudkan untuk menjaga konektivitas udara tanah air tetap terbuka serta mempercantik gerbang udara daerah lebih menarik.

Adanya pandemi Covid-19 membuat kondisi keuangan dan operasional perusahaan mengalami tekanan cukup besar. Pendapatan 2019 yang mencapai Rp8,6 triliun anjlok di 2020, di mana perusahaan hanya meraih pendapatan Rp3,9 triliun dan diprediksi pada 2021 ini pendapatan juga akan mengalami sedikit penurunan akibat anjloknya jumlah penumpang yang hanya mencapai 25 juta orang. Dengan situasi trafik yang menurun dan adanya tekanan keuangan, Angkasa Pura I harus dihadapkan dengan kewajiban membayar pinjaman sebelumnya yang digunakan untuk investasi pengembangan bandara.

“Seperti diketahui, sektor aviasi dan pariwisata merupakan sektor yang sangat terdampak pandemi Covid-19 di mana pandemi ini masih belum dapat diprediksi kapan akan berakhir. Situasi pandemi yang berkepanjangan membawa tekanan kepada kinerja operasional dan keuangan Angkasa Pura I. Namun di tengah situasi sulit ini, manajemen telah menyiapkan sejumlah inisiatif strategis untuk meminimalisir dampak pandemi terhadap kinerja Angkasa Pura I, yaitu dengan melakukan restrukturisasi operasional dan finansial,” ujar Direktur Utama PT Angkasa Pura I Faik Fahmi.

Angkasa Pura I, dalam hal restrukturisasi lanjut Faik Fahmi, akan melakukan upaya asset recycling, intensifikasi penagihan piutang, pengajuan restitusi pajak, efisiensi operasional seperti layanan bandara berbasis trafik, simplifikasi organisasi, penundaan program investasi serta mendorong anak usaha untuk mencari sumber-sumber pendapatan baru (transformasi bisnis).

“Kami optimis dengan program restrukturisasi ini dapat memperkuat profil keuangan perusahaan ke depan. Terutama kemampuan kami untuk memastikan penambahan pendapatan cash in, efisiensi biaya dan upaya fund raising. Hal yang menggembirakan adalah adanya kenaikan trafik penumpang di akhir-akhir ini hingga mencapai 129.000 pada 28 November lalu dari rata-rata trafik sebelumnya yang hanya hanya sekitar 55.000 – 60.000 per hari. Hal ini yang membuat optimisme kami terjaga,” ujar Faik Fahmi.

Selain itu, untuk mendorong peningkatan pendapatan lainnya, transformasi bisnis usaha yang dilakukan Angkasa Pura I adalah menjalin kerja sama mitra strategis untuk Bandara Hang Nadim Batam, Bandara Dhoho Kediri, Bandara Lombok Praya; pemanfaatan lahan tidak produktif seperti lahan Kelan Bay Bali; dan mengembangkan airport city Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) serta eks Bandara Selaparang Lombok.

“Manajemen tengah berupaya keras untuk menangani situasi sulit ini dan berkomitmen untuk dapat survive dan menunaikan kewajiban perusahaan kepada kreditur, mitra, dan vendor secara pasti dan bertahap. Dengan berbagai inisiatif strategis tersebut kami optimis dapat bertahan menghadapi kondisi sulit ini dan mulai bangkit pada 2022 serta dapat mencatatkan kinerja keuangan positif. Total target hasil restrukturisasi akan mencapai tambahan dana Rp3,8 triliun, efisiensi biaya sebesar Rp 704 miliar dan perolehan fund raising sebesar Rp 3,5 triliun. Dan perlu diingat, dengan adanya pembangunan bandara Angkasa Pura I maka secara konsolidasi menambah aset perusahaan. Di 2021 ini akan mencapai Rp44 triliun dari semula Rp24 triliun di 2017, saat proyek-proyek pengembangan bandara mulai dilaksanakan. Tentunya dengan selesainya pelaksanaan pembangunan dan perluasan terminal bandara, maka seluruh bandara Angkasa Pura I menjadi lebih cantik, lebih nyaman, dan dapat secara fleksibel menerapkan protokol kesehatan dengan lebih baik lagi,” ujar Faik Fahmi menambahkan. []

Continue Reading

Airport Services

Kembangkan Bisnis Kargo, Angkasa Pura Logistik Buka Rute Makassar – Singapura

Published

on

Angkasa Pura Logistik

MEDIABUMN.COM, Jakarta – PT Angkasa Pura I turut serta mendukung program Pemerintah Sulawesi Selatan terkait pengiriman ekspor langsung keluar negeri melalui salah satu anak perusahaannya yaitu Angkasa Pura Logistik.

Hari ini, Rabu 1 Desember 2021, Angkasa Pura Logistik meresmikan pembukaan rute kargo internasional perdana Makassar – Singapura dengan pesawat jenis Boeing 737-300 yang bekerja sama dengan maskapai Tri-M.G. Pesawat ini dapat menampung sebanyak 15.000 kg dan dijadwalkan terbang 2 kali seminggu pada hari Rabu dan Sabtu.

Layanan kargo udara (air freight) Angkasa Pura Logistik menjadi salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dalam pengiriman dan pendistribusian kargo, baik domestik maupun internasional.

Selama 1 tahun sejak Juni 2020, Angkasa Pura Logistik dengan 2 armada pesawat kargo jenis ATR 72-500 telah melayani penerbangan kargo ke berbagai rute domestik yaitu Batam, Banjarmasin, Balikpapan, Pekanbaru, dan Surabaya.

“Tugas kami menyediakan sarana untuk menunjang konektivitas, akses, dan penyimpanan. Tentunya ini bentuk komitmen dari Angkasa Pura I untuk mendukung program pemerintah dalam implementasi national logistic ecosystem,” ujar Direktur Pengembangan Usaha PT Angkasa Pura I Dendi T. Danianto.

Dendi menambahkan bahwa melalui anak perusahaan Angkasa Pura Logistik diharapkan dapat membantu mendongkrak bisnis kargo serta membantu meningkatkan perekonomian Sulawesi Selatan, khususnya dalam bidang ekspor.

Penerbangan ini juga menambah jumlah penerbangan khusus kargo yang terbang langsung ke luar negeri dari Bandara Sultan Hasanuddin Makassar. Sebelumnya terdapat pesawat kargo Garuda Indonesia yang terbang ke Hongkong dan Singapura.

Selama tahun 2021 ini, tercatat pergerakan kargo di Bandara Sultan Hasanuddin sebanyak 77.000 ton, tumbuh 30 persen dari tahun 2020. Dengan adanya penerbangan perdana dari Angkasa Pura Logistik, diharapkan dapat mendongrak komoditas ekspor, terutama komoditi perikanan, yang dikirim dari Sulawesi Selatan.

Kelancaran dan suksesnya penerbangan ini tentunya tidak terlepas dari dukungan dan kerjasama dari Dinas Perdagangan Sulawesi Selatan, Balai Besar Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu Makassar, Bea Cukai Makassar, dan eksportir serta Ekspedisi Muatan Pesawat Udara (EMPU).

“Kargo merupakan bisnis yang potensial di masa pandemi ini. Saya harap ketersediaan layanan penerbangan langsung ke luar negeri ini terus ada dan bisa ditambah frekuensi untuk ke depannya. Sehingga tahun depan diharapkan pengiriman dapat meningkat sebanyak 50 persen,” ujar Andi Sudirman Sulaiman, Plt. Gubenur Sulawesi Selatan.

Angkasa Pura I bersama Angkasa Pura Logistik juga telah melakukan revitalisasi terminal kargo di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar dengan luas 1.700 meter persegi. Terminal kargo ini dapat melayani aktivitas warehousing, incoming-outgoing baik untuk kargo domestik maupun internasional serta trans-shipment.

Hal yang menarik dari fasilitas kargo di Bandara Sultan Hasanuddin adalah tersedia 7 parking stand khusus air freighter yang berlokasi tepat di depan terminal kargo, sehingga operasionalnya dapat berjalan lebih optimal. Dengan berkembangnya bisnis dan pergerakan kargo, revitalisasi terminal kargo merupakan langkah yang tepat guna mendukung operasional bisnis kargo di Bandara Sultan Hasanuddin. []

Continue Reading

Airport Services

Grand Opening Gerai UKM Kalsel, Angkasa Pura I Bergerak Majukan Ekonomi Kalsel

Published

on

Gerai UKM

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Gerai UKM Kalimantan Selatan resmi dibuka melalui prosesi Grand Opening pada Senin lalu (29/11) di Bandara Internasional Syamsudin Noor.

Berlokasi di lantai dua Bandara Internasional Syamsudin Noor, prosesi Grand Opening Gerai dilakukan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan yang mewakili Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Direktur PT Sarinah (Persero), Vice President Non-Aeronautical Business, Ahmad Syaugi Shahab dan General Manager Bandara Internasional Syamsudin Noor dari PT Angkasa Pura I (Persero), serta Direktur Utama Angkasa Pura Retail.

“Kami ingin menyampaikan terima kasih atas sinergi apik yang telah terjalin antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Dinas Koperasi & UKM Kalimantan Selatan, PT Sarinah (Persero), Angkasa Pura Retail, dan para pihak yang sudah terlibat hingga terwujudnya gerai khusus UKM Kalimantan Selatan yang nyaman dan berkelas ini. Hal ini merupakan usaha kita bersama untuk mendukung kemajuan kreativitas pelaku UKM Kalimantan Selatan untuk meningkatkan perekonomian lokal”, terang Dony Subardono, General Manager Bandara Internasional Syamsudin Noor.

Gerai UKM

Gerai yang merupakan hasil kerja sama antara PT Angkasa Pura I, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalimantan Selatan, PT Sarinah, dan Angkasa Pura Retail ini menampilkan sebanyak 58 UKM yang telah dikurasi oleh pihak Sarinah dan Angkasa Pura Retail dari total 75 UKM binaan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalimantan Selatan yang mendaftar. Produk-produk yang tersedia beragam, mulai dari kain sasirangan khas Kalimantan Selatan, kerajinan, perhiasan/permata, hingga aneka olahan makanan khas seperti kopi dan sambal acan.

“Mengusung tipe gerai premium, segala sesuatu terkait gerai UKM ini dipersiapkan dengan matang oleh seluruh pihak. Produk-produk yang berkualitas didukung dengan tata letak dan desain gerai yang istimewa kami harap tidak hanya dapat menarik para penumpang, namun juga dapat menjadi salah satu pilihan tempat berbelanja oleh-oleh dari Kalimantan Selatan”, pungkas Dony. []

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM

error: Content is protected !!