Aloysius Kiik Ro Jadi Wakil Dirut Hutama Karya

oleh
Aloysius Kiik Ro

MEDIABUMN.COM, JakartaDeputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Aloysius Kiik Ro setelah resmi menerima Keputusan Presiden (Keppres) penghentian sebagai deputi kini mendapatkan posisi baru sebagai direksi BUMN.

Hal ini seperti yang telah disampaikan Erick Thohir yang akan memindah tugaskan mantan eselon I ke perusahaan-perusahaan yang dinaungi BUMN.

Aloysius Kiik Ro saat ini ditugaskan menjabat sebagai Wakil Direktur Utama PT Hutama Karya (Persero).

“SK (Surat Keputusan) yang turun ada dua. Satu surat terkait pemberhentian berupa Keppres, satu surat lagi dari Menteri BUMN Erick Thohir yang mengangkat saya untuk support di HK sebagai wakil direktur utama,” akunya, Selasa (19/11).

“Tanda tangan hari ini, surat menteri ada adalah RUPS. Pak Menteri putuskan saya sebagai Wadirut HK,” tambah Aloysius menerangkan.

Atas penugasan baru yang datang padanya, Aloy mengapresiasi langkah Erick Thohir dalam melakukan reorganisasi di tubuh eselon I Kementerian BUMN.

Bahkan ia juga telah mengetahui maksud Erick yang berencana memangkas jumlah eselon I di Kementerian BUMN.

Terlebih saat ini diketahui rencana Erick tersebut benar-benar dilaksanakan, jumlah Deputi Kementerian BUMN dipangkas dari 7 menjadi 3 orang, sehingga birokrasi menjadi lebih ramping.

“Saya tentunya senang. Karena memang di BUMNN perlu ada reorganisasi yang lebih agile dan cepat menanggapi perubahan kebijakan,” kata dia.

“Dan saya lihat pas ada 2 wakil menteri dengan pengalaman dan reputasi. Itu kan mantan Dirut BUMN semua, jadi menjalankan korporasi,” tambahnya.

Sebagai informasi, bahwa langkah pemangkasan jabatan BUMN dan pemindah tugasan yang terjadi di tubuh BUMN ini mengacu pada pidato Presiden Indonesia Joko Widodo yang ingin menciptakan birokrasi yang efektif dan efisien.

Gayung bersambut, Erick langsung mengeksekusi keingingan presoden. Bahkan ia menilai hal tersebut dilakukan semata-mata agar jabatan di kementerian dapat diisi orang-orang yang tepat.

“Untuk mengelola aset mencapai Rp8.200 triliun, saya perlu kerja tim yang kuat dan kompak, diisi orang yang bukan hanya cerdas namun berakhlak baik. Tentu saya akan berupaya agar mereka yang berada di lingkungan BUMN adalah orang-orang dengan integritas tinggi dan komitmen kuat,” kata Erick Thohir belum lama ini. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *