Connect with us
PERTAMINA

Farmasi

Alat Kesehatan Terbaru Indofarma Diluncurkan

Alfian Setya Saputra

Published

on

Alat kesehatan

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Alat kesehatan terbaru produksi PT Indofarma (Persero) Tbk resmi diluncurkan dalam rangka Hari Jadi ke-102 Indofarma di Jakarta, pada Senin (27/7/2020).

Ada 6 produk alat kesehatan (alkes) terbaru yang dilaunching BUMN ini, mulai dari mesin untuk cuci darah Hemodind, emergency ventilator INAVENT, alat pemeriksaan kesehatan mandiri Teledoc, alat pengukur komposisi tubuh InBody Test, masker INA Mask, dan hand sanitizer CLIND.

Direktur Utama Indofarma, Arief Pramuhanto mengatakan enam produk alat kesehatan terbaru ini nantinya ada yang dijual secara umum atau ritel, dan ada yang dijual untuk jaringan fasilitas kesehatan dan rumah sakit.

“Launching alat kesehatan ini diadakan dalam webinar HUT Indofarma ke-102 yang dihadiri oleh Direksi PT Indofarma Tbk. Totalnya ada enam produk baru alat kesehatan yang kita luncurkan,” ujarnya.

Menurut Arief, untuk penggunaan produk yang besar daapt digunakan rumah sakit dengan system kerjasama operasional atau KSO.

Penjualannya bisa juga dengan jaringan ritel farmasi atau apotek individual.

Untuk produksi alat kesehatan ini, Arief menjelaskan, ada yang diproduksi sendiri oleh Indofarma seperti masker dan hand sanitizer.

Ada juga yang produksinya dengan menggandeng perusahaan luar dari China dan Korea.

Sementara Direktur Keuangan Indofarma, Herry Triyatno mengatakan, pendapatan perusahaan dari bisnis ini cukup mendominasi di tahun 2020.

Alat  yang dijual kebanyakan peralatan terkait penanganan virus corona yang saat ini masih mewabah. Pesanan untuk alat kesatan produksi Indofarma meningkat tajam sepanjang semester I tahun 2020 yang datang dari perusahaan swasta dan BUMN.

“Untuk semester pertama di tahun ini, pendapatan dari penjualan alkes masih mendominasi hingga 60 persen, 40 persen pendapatan dari farmasi. Untuk kuartal 3 dan 4 akan dilihat nanti, karena kami juga banyak proyek untuk bisnis farmasi dan biasanya mulai tender di semester dua,” ujarnya.

Herry menambahkan, tahun ini pihaknya memang berencana menggenjot kinerja perusahaan dari penjualan alat kesehatan.

Langkah ini untuk merubah protofolio PT Indofarma yang awalnya lebih dominan di farmasi menjadi dominan di alat kesehatan.

Harry pun berharap dengan launching 6 produk alkes ini, kinerja perusahaan akan semakin membaik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. []

Farmasi

Penyuntikan Vaksin Covid-19 Perdana Disaksikan Presiden Jokowi

Alfian Setya Saputra

Published

on

Penyuntikan vaksin

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Penyuntikan vaksin Covid-19 perdana secara resmi dilaksanakan di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, Selasa (11/8/2020).

Ada sebanyak 20 perwakilan relawan dari di Fakultas Kedokteran yang disuntik vaksin dan disaksikan langsung oleh Presiden RI, Joko Widodo.

Penyuntikan vaksin covid-19 ini sekaligus adalah uji klinis tahap 3 atau yang terakhir, sebelum vaksin diproduksi secara masal.

Rencanya penyuntikan akan dilakukan kepada 1.620 relawan yang semua uji klinis, termasuk otorisasi dari Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), akan tuntas pada Januari 2021.

Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KCPEN) Erick Thohir mengatakan, penyuntikan ini dilakukan bersama PT Bio Farma, selaku Holding BUMN Farmasi dan berjalan lancar.

Menurutnya, hal ini merupakan bagian dari penerapan berbagai langkah strategis untuk menghadapi pandemi Covid-19.

“Saat ini Indonesia memasuki tahapan penting dalam upaya mengatasi pandemi Covid-19. Kita harus bangga dengan kemampuan BUMN Bio Farma karena sudah memasuki uji klinis vaksin covid-19 tahap ketiga,” kata Erick.

Menurut Erick, tidak banyak negara atau lembaga penelitian yang sudah mencapai tahap akhir uji klinis tersebut, sebelum vaksin nantinya diproduksi masal.

Penyuntikan Vaksin Secara Bertahap

Sebelumnya, BPOM sudah mengetahui hasil positif dari tahapan uji klinis vaksin Covid-19, mulai dari uji pre-klinis, uji klinis tahap 1 dan uji klinis tahap 2 yang dilakukan di China.

“Kerjasama Bio Farma dengan Sinovac asal China terjadi karena memiliki kesamaan platform antara vaksin yang dikembangkan Sinovac dengan kemampuan produksi di Bio Farma. Selain itu, pengalaman Sinovac dalam pengembangan vaksin di tengah pandemi sudah memenuhi kualifikasi dari WHO,” jelas dia.

Adapun jumlah 1.620 subjek relawan diperoleh FK Unpad dan Bio Farma setelah melewati dua kali skrining.

Pada rekrutmen pertama didapat 540 subjek, sedangkan di tahap kedua diperoleh 1.080 subjek relawan.

Mereka yang terpilih setelah lolos dari pengujian respon imun (imunogenitas) dan respon dalam melawan virus (efikasi) melalui tes darah.

“Penyuntikan vaksin ini akan dilakukan secara bertahap, gelombang pertama di minggu kedua Agustus ini, kepada 120 subjek relawan. Gelombang kedua diadakan pada minggu ketiga dan minggu keempat Agustus masing-masing sebanyak 144 relawan,” jelas Erick.

Dengan pembagian dua gelombang itu, diperkirakan pada awal September sudah ada 408 relawan yang menjalani tes vaksin.

Setelah penyuntikan, akan dilanjutkan pemantauan pasien secara berkelanjutan hingga minggu ketiga di bulan Desember dengan total, 1.620 relawan.

Karena itu mayoritas relawan adalah warga Bandung agar bisa terus dimonitor, diperiksa, dan menjalani analisa rutin untuk mengecek efektifitas vaksin tersebut.

“Saya berterima kasih kepada para relawan, Bio Farma dan Sinovac, serta Universitas Padjadjaran. Jika uji klinis fase 3 ini berjalan lancar, InshaAllah kita siapkan registrasi ke BPOM untuk diproduksi masal,” lanjutnya.

Sementara Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir mengatakan, dengan kapasitas produksi maksimal 100 juta vaksin di akhir tahun 2020, pihaknya siap menambah kapasitas produksi sebanyak 150 juta dosis.

“Sehingga nantinya mencapai jumlah 250 juta dosis yang dapat membackup seluruh masyarakat Indonesia. Mudah – mudahan produksi vaksin Covid-19 ini dapat membantu pemerintah dalam mengatasi pandemi,” tandasnya. []

Continue Reading

Farmasi

Produksi Vaksin Covid-19 Bio Farma Desember ini Capai 250 juta dosis

CHRIESTIAN

Published

on

Produksi vaksin

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Produksi vaksin Covid-19 setidaknya membutuhkan biaya tambahan sebesar Rp1,3 triliun. Dengan biaya produksi vaksin itu, PT Bio Farma (Persero) disebut Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir baru mampu memproduksi sebanyak 150 juta dosis tambahan dari kurangnya kapasitas produksi yang ada.

Diakui Erick, kapasitas produksi Bio Farma hanya mampu memproduksi sebanyak 100 juta dosis. Namun karena jumlah positif virus asal kota Wuhan China tersebut semakin merebak maka pihak kementerian BUMN mendesak agar Bio Farma menambah kapasitas jumlah produksinya.

“Dengan jumlah kapasitas produksi sebesar 100 juta dosis tentunya tidak mencukupi. Maka harus ditambah 150 juta. Desember ini, insha allah Bio Farma mampu memproduksi vaksin hingga 250 juta per tahunnya. Ada dana tambahan sebesar Rp1,3 triliun untuk produksi tambahan 150 juta dosis,” jelas Erick.

Lebih lanjut, Erick menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak khawatir dengan produksi vaksin dari Bio Farma.

Bio Farma, sebut Erick, memiliki pengalaman panjang dalam melakukan produksi vaksin, bahkan vaksin polio di dunia diproduksi oleh BUMN yang bermarkas di kota Bandung tersebut.

“Bio Farma itu sejak 1890 sudah produksi vaksin dimana 75 persen pangsa pasar vaksin polio di dunia adalah produksi Bio Farma,” terang Erick.

Kami menjanjikan 250 juta ini Desember, pondasi dasar kalau harus produksi 100 – 190 dosis, dua kali imunisasi berarti 230 juta sampai 380 juta. Kita sudah bisa 250 jt. Sisanya? Kan ada Kalbe Farma ada Sanbe mereka bisa produksi juga,” tutup Erick. []

Continue Reading

Farmasi

Vaksin Covid-19 Siap Diproduksi Bio Farma

GUNADI WITJAKSONO

Published

on

Vaksin covid-19

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Vaksin covid-19 dipastikan mulai bisa diproduksi oleh BUMN farmas, Bio Farma per tahun di akhir 2020. Hal ini disampaikan Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir setelah meninjau fasilitas produksi dan laboratorium PT Bio Farma di Bandung, Selasa (4/8/2020).

Erick Thohir menyebutkan, Bio Farma mampu memproduksi vaksin Covid-19 sebanyak 100 juta dosis vaksin covid-19 per tahun.

“Saya sudah meninjau laboratorium dan fasilitas produksi Bio Farma sebagai perusahaan induk BUMN di bidang farmasi. Saya yakin Bio Farma di akhir tahun siap memproduksi sebanyak 250 juta dosis,” ujar Erick Thohir dalam keterangan tertulisnya.

Untuk mempercepat penanganan pandemi virus corona, salah satu fokus utama Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), adalah melipatgandakan ketersediaan vaksin dan terapi pengobatan.

Jumlah ini kata dia akan mencukupi untuk Indonesia, bukan tidak mungkin, Bio Farma bisa mengekspor juga vaksin Covid-19 untuk membantu negara lain.

Ia pun meminta masyarakat tidak ragu jika vaksin Covid-19 ini lulus uji klinis fase 3 dan diproduksi.

Sebab, Bio Farma selaku BUMN Farmasi sudah dipercaya lebih dari 150 negara dan memproduksi vaksin sejak tahun 1890.

Totalnya sudah ada 15 jenis vaksin yang diproduksi, dengan pangsa pasar 75 persen vaksin polio di seluruh dunia.

Produk yang dihasilkan juga dipastikan halal, dan sudah digunakan di beberapa negara Timur Tengah.

“Mari kita percaya atas kemampuan bangsa sendiri. Kita tidak perlu ragu karena kemampuan Bio Farma ini yang sudah teruji. Baik untuk memproduksi vaksin yang dihasilkan dari kerja sama dengan negara lain juga vaksin murni karya sendiri, karya anak bangsa,” ujarnya.

Erik juga meminta agar uji klinis dan produksi vaksin Covid-19 dimaksimalkan agar tahun depan masyarakat Indonesia sudah bisa diimunisasi.

Sembari menunggu produksi vaksin Covid-19 yang saat ini sudah masuk tahap uji terakhir, Erick Thohir tetap mengajak kepada masyarakat agar selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan dalam keseharian.

Baik saat bekerja atau berolahraga, diingatkan jangan lupa menerapkan 3M, yakni memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

“Dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, saya yakin kita bisa melawati pandemi ini dengan sehat dan selamat. sehingga ekonomi kita juga bisa pulih kembali seperti semula,” ucap dia. []

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM

error: Content is protected !!