Connect with us
PERTAMINA

Energi & Tambang

Akuisisi Tambang Batubara Terus Dilakukan, PLN : Jaga Pasokan

MediaBUMN

Published

on

Akuisisi tambang

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Akuisisi tambang batubara terus diupayakan oleh PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) untuk menjaga pasokan batubara di sejumlah pembangkit listrik milik PLN.

Namun akuisisi tambang batubara ini tetap dilakukan sesuai porsi dan kebutuhan, untuk menjamin ketersediaan batubara untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang ada.

Vice President Public Relations PLN, Arsyadany Ghana Akmalaputri mengatakan, kalori batubara untuk pembangkit PLN sangat bergantung dari kondisi tambang yang tersedia di sekitar PLTU.

“Kalori batubara yang digunakan juga berdasarkan hasil pemetaan dan riset yang dibuat oleh konsultan. Yang jelas, akuisisi tambang batubara untuk menjaga pasokan batubara yang andal bagi pembangkit listrik PLN,” ujarnya, Sabtu (30/8/2020).

Terkait biaya investasi yang dikeluarkan PLN untuk kegiatan akuisisi tambang batubara ini, Arsyadany menyebut belum bisa memberikan rinciannya.

Karena nilai tersebut sangat bergantung dari lokasi dan akses tambang batubara yang bersangkutan.

Pihak PLN juga tentu mempertimbangkan ketersediaan anggaran belanja apabila akan mengakuisisi tambang batubara lagi di waktu yang akan datang.

Pada dasarnya PLN juga punya semangat untuk terus melangsungkan proyek ketenagalistrikan 35.000 Mega Watt (MW).

Menurutnya, meski PLN menjadikan akuisisi tambang batubara menjadi satu program penting, namun tidak mempengaruhi rencana perseroan dalam memaksimalkan energi baru terbarukan (EBT).

“Kami tetap berkomitmen mendukung EBT. Untuk EBT sudah diatur dalam RUPTL dan sudah direncanakan proses pemenuhan bauran energinya,” ujar Arsyadany,

Dijelaskannya, PLN tetap berupaya meningkatkan bauran EBT di sektor pembangkit listrik, terlebih, pemerintah telah menargetkan kontribusi EBT mencapai 23 persen di tahun 2025 mendatang

Sebelumnya, Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini mengatakan ada tiga program akuisisi yang dijalankan oleh PLN.

Yang pertama akuisisi tambang batubara dan infrastruktur pendukungnya untuk mempertahankan pasokan dan efisiensi biaya penyediaan batubara.

Program ini sudah berjalan di Provinsi Sumatera Selatan, dalam pelaksanaannya, PLN Group sudah memiliki sebagian saham tambang.

Kemudian akuisisi tambang untuk penyediaan batubara PLTU Mulut Tambang (MT) di PLTU MT Kalselteng-3 berkapasitas 2×100 MW dan di PLTU MT Jambi-1 dengan 2×300 MW.

Sebagian saham tambang di sekitar kedua PLTU tersebut juga sudah dimiliki oleh PLN Group.

Yang ketiga, program kerja sama tambang untuk pemanfaatan batubara yang dekat dengan PLTU Nagan Raya 1-2 untuk mengurangi biaya transportasi angkutan batubara dari luar daerah. []

Energi & Tambang

Libur Panjang, Pertamina Catat Lonjakan Konsumsi Avtur Hingga 33 Persen

MediaBUMN

Published

on

libur

MEDIABUMN.COM, Jakarta – PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region (MOR) III mencatatkan pertumbuhan konsumsi Avtur, bahan bakar pesawat terbang, pada masa libur panjang dan Maulid Nabi yang jatuh pada hari Rabu – Minggu (28 Oktober – 1 November) pekan ini. Puncak konsumsi terjadi pada hari Rabu, dimana terjadi lonjakan hingga 33 persen dibandingkan konsumsi rata-rata harian bulan Oktober.

“Kami telah memperkirakan kenaikan konsumsi, seiring dengan libur panjang yang dimanfaatkan sebagian masyarakat untuk berlibur keluar kota dengan moda pesawat udara,” kata Unit Manager Communication Relations & CSR MOR III Eko Kristiawan.

Eko menjelaskan, pertumbuhan konsumsi Avtur mulai terlihat sejak Selasa (27/10), dimana kebutuhan Avtur meningkat hampir 31 persen, menjadi 3.614 kilo liter (KL) dibanding konsumsi harian normal bulan Oktober, yang rata-rata mencapai 2.811 KL. Pada Rabu (28/10), konsumsi puncak Avtur mencapai 3.731 KL, naik sekitar 33 persen.

libur

Masyarakat juga masih melakukan penerbangan pada Kamis (29/10), dimana masih tercatat konsumsi sebanyak 3.500 KL, atau naik sebesar 25 persen dibanding rata-rata normal.

“Sejak awal Oktober, kami telah mempersiapkan Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) untuk mengantisipasi peningkatan konsumsi ini,” ujar Eko.

Kesiapan layanan DPPU, dia menambahkan, dilakukan melalui inspeksi Manajemen MOR III guna memastikan kehandalan operasional dan kecukupan stok DPPU. Selain itu, monitoring berkala yang secara intensif dilakukan di masing-masing DPPU.

Di wilayah MOR III yang melingkupi Provinsi Jawa Barat, DKI Jakarta dan Banten, Pertamina memiliki 6 DPPU yang melayani kebutuhan pesawat terbang di Bandara Soekarno-Hatta, Halim Perdana Kusuma, dan Pondok Cabe. Selain itu, Husein Sastranegara, serta Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati.

Untuk informasi produk dan layanan Pertamina, masyarakat dapat menghubungi Call Center 135. []

Continue Reading

Energi & Tambang

Dewan Komisaris PLN Ditambah, Padahal Lagi Rugi Rp12 Triliun

GUNADI WITJAKSONO

Published

on

Dewan Komisaris PLN

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Dewan Komisaris PLN ditambah jumlahnya oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mulai 16 Oktober 2020.

Dalam penambahan Dewan Komisaris PLN ini, Erick menunjuk mantan Deputi Kantor Staf Presiden, Eko Sulistyo untuk menduduki jabatan tersebut.

Penambahan ini tetap dilakukan meski saat ini kondisi keuangan PT PLN (Persero) sedang terpuruk akibat dampak pandemi covid-19.

Tercatat kerugian bersih yang dialami perusahaan pelat merah ini mencapai Rp12,2 triliun sejak Januari hingga September 2020.

Hal ini berbanding terbalik dengan capaian PLN pada periode yang sama di tahun 2019, yang berhasil mencetak laba bersih Rp10,9 triliun.

Terkait penambahan jumlah Dewan Komisaris PLN, Sekretaris Perusahaan PLN telah menyampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI).

Disebtukan dalam keterangan tertulisnya, bahwa pengangkatan satu Komisaris yang baru adalah Keputusan Menteri BUMN dalam Rapat Umum Pemegang Saham PT PLN (Persero).

Namun karena kondisi PLN yang sedang rugi besar, penambahan dewan komisaris PLN ini dikhawatirkan akan menambah beban usaha perusahaan.

Pasalnya, pada akhir bulan Setember lalu, Kementerian BUMN juga menambah dua komisaris baru di perusahaan setrum negara ini, yakni M Rudy Salahuddin dan M Yusuf Ateh.

Dengan tambahan 3 komisaris baru ini membuat total jumlah dewan komisaris PLN menjadi 11 orang dari sebelumnya 8 orang.

Namun hingga September 2020, kondisi ‘besar pasak daripada tiang’ masih terjadi, dimana beban usaha PLN lebih besar ketimbang pendapatan.

Berdasarkan laporan keuangan PLN, jumlah beban usaha selama 9 terakhir mencapai Rp223,8 triliun, namun pendapatan usaha yang didapat lebih rendah, yaitu Rp212,2 triliun.

Sementara biaya kepegawaian hanya turun tipis dari Rp17,1 triliun menjadi Rp16,7 triliun.

Kemudian beban kepegawaian terdiri dari jasa produksi dan insentif prestasi kerja Rp4,1 triliun, turun dari periode yang sama tahun lalu Rp4,3 triliun.

Berikut daftar jajaran Dewan Komisaris PLN :

1. Komisaris Utama/Komisaris Independen: Amien Sunaryadi

2. Wakil Komisaris Utama: Suahasil Nazara

3. Komisaris Independen: Deden Juhara

4. Komisaris Independen: Murtaqi Syamsuddin

5. Komisaris: Ilya Avianti

6. Komisaris: Rida Mulyana

7. Komisaris: Mohamad Ikhsan

8. Komisaris: Dudy Purwagandhi

9. Komisaris: Muhammad Yusuf Ateh

10. Komisaris: Mohammad Rudy Salahudin

11. Komisaris: Eko Sulistyo. []

Continue Reading

Energi & Tambang

Program 12 Jam Kerja Diterapkan, Angka Kecelakaan Turun 85 Persen

GUNADI WITJAKSONO

Published

on

Program 12 Jam

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Program 12 Jam Kerja mulai diterapkan PT Elnusa Petrofin bagi Awak Mobil Tangki (AMT) di berbagai wilayah operasinya.

Penetapan jam kerja maksimal ini guna meningkatkan faktor keselamatan berkendara bagi para sopir.

Pasalnya faktor kelelahan menjadi salah satu faktor yang bisa mengakibatkan kecelakaan kerja, khususnya sopir yang bertugas untuk mengantarkan Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertamina ke berbagai wilayah.

Department Head of HSSE & QM PT Elnusa Petrofin, Lisda Dwi Rahayu mengatakan, program 12 jam kerja ini sebagai tindak lanjut dari Gerakan Bersama Peningkatan Keselamatan Transportasi Mobil Tangki Pertamina yang ditetapkan pada Oktober 2019 lalu.

Program 12 Jam Kerja dibuat oleh pihak Pertamina lantaran melihat hasil analisa bahwa 56 persen insiden mobil tangki sepanjang tahun 2017 dan 2018 disebabkan karena faktor manusia.

“Sehingga dibuatkan program peningkatan keselamatan yang diterapkan oleh pengelola, termasuk PT Elnusa Petrofin,” jelas Lisda dalam siaran pers, Selasa (27/10/2020).

Beberapa poin utama yang ditetapkan dalam aturan ini di antaranya monitoring program 12 jam kerja AMT sesuai dengan ketentuan keamanan dan keselamatan kerja untuk penyalur jarak dekat.

Sejak Februari lalu, Elnusa Petrofin telah menerapkan program 12 jam kerja ini di sejumlah terminal Pertamina.

Seperti di Medan, Siak, Padang, Jambi, Kertapati, Bangka, Manggis, Sangaran, Makassar, Donggala, Bitung, Banjarmasin, Pontianak, Balikappan, Wayame, hingga Jayapura.

“Tahun ini hanya terjadi 1 insiden yang dialami mobil tangki, tahun lalu ada 5 kejadian. Jadi jumlah insiden yang dialami mobil tangki turun drastis dan tingkat keselamatan naik 85 persen,” ujarnya.

Lisda memaparkan, tingkat pelanggaran melebihi batas kecepatan (overspeed) juga mengalami penurunan drastis.

Begitu juga dengan perilaku berkendara lainnya yang dapat membahayakan, sepert berbelok dengan cepat, rem mendadak, dan akselerasi kecepatan yang tidak wajar.

Sementara Nur Kholis selaku Direktur Operasi dan Marketing PT Elnusa Petrofin mengatakan, selain menerapkan program 12 jam kerja, pihaknya juga melakukan berbagai inovasi dalam operasional usaha.

Seperti pemanfaatan bidang teknologi informasi dan terobosan lainnya untuk meningkatkan faktor keselamatan baik bagi para sopir mobil tangki. []

Continue Reading

Label

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM

error: Content is protected !!