AirNav Indonesia Hadirkan Sistem Chronos Untuk Atur Jam Terbang yang Transparan

by

Persoalan ketepatan waktu penerbangan bukan hanya ada pada perusahaan maskapai saja, melainkan memiliki ketergantungan besar terhadap sistem pelayanan navigasi bandara.

Sebagai perusahaan pengatur lalu lintas penerbangan di Indonesia, Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (AirNav) menjadi pihak yang bertangung jawab atas lalu lintas udara termasuk ketepatan waktu pesawat tiba dan berangkat.

Baca Juga : Laba Pelindo III Melesat Berkat Inovasi Pemasaran

Sekretaris Perusahaan AirNav Indonesia, Didiet KS Radityo, mengatakan bahwa Slot Time (pengelolaan waktu terbang) berlangsung online melalui sistem aplikasi Chonos yang mengedepankan transparansi.

Sistem tersebut, jelasnya, merupakan sistem aplikasi real slot yang di created AirNav Indonesia dan telah memiliki konektivitas dengan sistem Flight Approval atau izin atas rute milik Dirjen Perhubungan Udara.

“Melalui sistem Chronos semua maskapai punya akses langsung untuk pengajuan slot, merubah dan membatalkan slot. Yang pasti sistem ini online, relatine dan transparan,” ujarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa adanya sistem tersebut maka tiap maskapai secara bersama dapat mengakses pada monitor yang sama sehingga setiap ada kecurangan tentu akan terlihat.

Hal tersebut, imbuhnya, menjadi komitmen perseroan untuk transparan dalam pengaturan jadwal terbang serta upaya meningkatkan pelayanan kepada pengguna jasa AirNav.

Slot time tersebut tentunya telah sesuai KP 112 / tahun 2017, yaitu tentang tata kelola Alokasi Ketersediaan Waktu Terbang (Slot Time) Bandara.

“Untuk regular flight maskapai telah mengantongi slot serta izin terbang dari Direktorat Angkutan Udara berdasarkan periode terbaik baik winter ataupun summer,”terangnya.

BANYAK FAKTOR

Harus diakui bahwa terdapat beberapa faktor yang membuat jadwal penerbangan menjadi tidak tepat waktu.

Hal tersebut terjadi karena bermacam-macam alas an antara lain, faktor cuaca, operasional hingga force majure. Hal Ini yang pada akhirnya membuat maskapai melakukan penyesuaian slot.

“Pada kondisi seperti ini maskapai dapat menggunakan Chronos untuk mengetahui pada jam berapa bisa masuk. Seluruh maskapai bisa cek bandara asal dan tujuan, apakah kapasitasnya masih tersedia. Ini transparan karena online dan realtime,” ujarnya.

Baca Juga : Sarinah Targetkan penjualan Rp 500 miliar

Terkait permintaan tambahan penerbangan, lanjutnya, maka tiap maskapai wajib mendapatkan flight approval (FA) dari Direktorat Angkutan Udara dengan memperhatikan kapasitas bandara.

Persetujuan tersebut tentunya memperhatikan NAC (Notice of Airport Capacity) dari bandara asal maupun tujuan.

“Kami senantiasa memastikan penerbangan dapat terlayani sesuai dengan kapasitas runway,” tutupnya. []ct

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *