Connect with us
PERTAMINA

CEO TALK

275 Tahun Pos Indonesia: Solid Membangun Transformasi, Pos Indonesia Tiada Henti Berinovasi Hadapi Persaingan

Published

on

Pos Indonesia

MEDIABUMN.COM, Jakarta – 275 tahun menjadi perjalanan panjang bagi PT Pos Indonesia (Persero) untuk hadir melayani seluruh kebutuhan perposan di tanah air. Dengan pasang surut yang dialami dari masa ke masa, tentu telah mengasah pengalaman dan kemampuan perusahaan dalam menghadapi segala bentuk tantangan.

Seperti saat ini, dimana Pos Indonesia tengah dihadapi oleh persaingan yang begitu ketat. Namun dengan semangat transformasi yang tengah dibangun, Pos Indonesia kian solid dan optimis menghadapi berbagai tantangan dengan menghadirkan beragam inovasi yang tentunya sangat relevan dengan kebutuhan zaman.

Metamorfosa terus-menerus bergulir meskipun pada kenyataannya berbagai tantangan mampu dilalui BUMN orange ini dengan baik meskipun tidak mudah. Pos Indonesia mampu melewati berbagai fase perubahan zaman dengan tantangan yang berbeda sesuai dengan kebutuhan di zamannya.

Namun sekali lagi, faktanya hingga kini Pos Indonesia masih berdiri kokoh menjalankan visinya menjadi postal operator, penyedia jasa kurir, logistik dan keuangan paling kompetitif.

Terkait tantangan di usia yang ke 275 tahun, Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero), Faizal Rochmad Djoemadi mengaku sangat optimis mampu mendayung kapal besar bernama Pos Indonesia untuk melaju dengan cepat mengejar sejumlah ketertingalan dari para kompetitor.

“Dunia bisnis sesungguhnya merupakan perang tanpa batas. Selama dunia ini diciptakan, selama itu pula peperangan bisnis terus berlangsung, dan baru benar-benar akan berhenti sampai zaman berakhir. Maka, siapa saja yang bisa bertahan dalam peperangan tanpa batas, korporasi itu adalah pemenangnya,” jelas pria kelahiran Blitar 12 Desember 1967 tersebut.

Menurut Faizal, korporasi yang hebat sesungguhnya bukanlah perusahaan yang selalu menang, tetapi yang pernah kalah dan bisa segera bangkit dari kekalahan. Di usia yang ke-275 tahun, Pos Indonesia terus belajar tentang kemenangan dan kekalahan. Hal ini menjadi modal luar biasa untuk melanjutkan kemenangan-kemenangan berikutnya di depan mata.

Saat ini, imbuh Faizal, Pos Indonesia mengalami sejumlah tantangan di seluruh portofolio bisnisnya. Perusahaan memiliki empat lini bisnis utama, yakni layanan jasa kurir, layanan keuangan, layanan logistik, dan layanan properti.

Selain itu, Pos Indonesia juga memiliki satu lini bisnis lain yakni afiliasi yang bergerak di bidang outsourcing, baik penyedia tenaga kerja maupun penyewaan kendaraan. Di dalamnya, terdapat pula aktivitas dua lembaga pendidikan milik perusahaan, yakni Politeknik Pos Indonesia dan Sekolah Tinggi Manajemen Logistik.

Tantangan 5 Portofolio Bisnis

Kelima portofolio bisnis perusahaan tentu memiliki tantangan sendiri-sendiri. Sebut saja pada portofolio layanan jasa kurir atau jasa pengiriman barang di bawah 30 Kilogram (Kg), perusahaan menghadapi persaingan yang cukup ketat dengan hadirnya lebih dari 500 pemain pada industri yang sama.

Hal itu terjadi seiring para pemain bisnis di industri jasa pengiriman telah memperoleh lisensi layanan pengiriman atau penyelenggara pos dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

“Bisnis jasa pengiriman sudah menjadi layaknya komoditas. Kompetisi yang tajam terjadi, baik pada jasa pengiriman yang berskala nasional, regional, maupun lokal,” tutur Faizal.

Laman: 1 2 3

CEO TALK

Rencana Bisnis Bank Papua: Kuatkan Daya Saing

Published

on

Bank Papua

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Pada dasarnya, Bank Papua memiliki sejumlah target kinerja yang tercantum dalam rencana bisnis periode 2023-2027. Secara garis besar meliputi, peningkatan daya saing, penguatan ketahanan kelembagaan, dan peningkatan kontribusi terhadap pembangunan daerah.

Secara rinci dijelaskan, Bank Papua akan melakukan penguatan berkelanjutan terkait platform bisnis. Inisiatif strategis dan eksekusi dititikberatkan pada bidang terkait pondasi dan pendukung pada rencana strategis 2017-2022 yang masih memerlukan penyempurnaan.

Selain itu, perusahaan juga akan memperkuat pemasaran dan penjualan untuk akselerasi pertumbuhan sektor terseleksi. Inisiatif strategis dan eksekusi dititikberatkan pada penguatan perangkat pemasaran dan penjualan produk dana dan kredit produktif UMKM untuk perluasan basis konsumen.

Strategi utama akan dieksekusi melalui 7 Bidang Utama yang menjadi prioritas alokasi dan utilisasi sumber daya Bank Papua 2023-2027. Ketujuh bidang utama yang dimaksud antara lain: (1) Layanan, Marketing dan Sales (dana dan kredit produktif UMKM). (2) Risk Management dan Kepatuhan. (3) Human Capital Management dan Corporate Culture. (4) Jaringan Distribusi dan Organisasi. (5) Teknologi. (6) Pengendalian Keuangan. (7) Pemulihan dan Penyelesaian Kredit.

KONTRIBUSI BAGI PEMBANGUNAN TANAH PAPUA

Status Bank Papua sebagai bank pembangunan terbesar di Tanah Papua menuntut perusahaan berkontribusi secara signifikan untuk meningkatkan perekonomian Pulau Cendrawasih.

Namun dalam perjalanannya, Bank Papua mengalami banyak tantangan. Salah satu tantangan yang dihadapi perusahaan di tengah upaya mendorong ekonomi kawasan Papua ialah, ketidakpastian pasar keuangan global masih berlanjut di tengah penyebaran Covid-19 varian Omicron dan pengumuman siklus pengetatan kebijakan moneter the Fed yang lebih cepat.

Hal tersebut mengakibatkan terbatasnya aliran modal dan tekanan nilai tukar negara berkembang, termasuk Indonesia. Hal ini juga berakibat pada tersendatnya aliran modal ke Tanah Papua.

Tantangan lain yang dialami Bank Papua dalam berkontribusi terhadap ekonomi Papua adalah, penyaluran kredit di Tanah Papua sebagian besar disalurkan oleh Bank BUMN, alih-alih bank pembangunan daerah.

Hal ini ditunjukkan dengan pangsa kredit Bank BUMN yang mendominasi selama lima tahun terakhir. Pangsa kredit Bank BUMN pada posisi September tahun 2021 sebesar 59,60%, meningkat dibandingkan dengan posisi Desember 2020 yaitu 51,09%.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan Peta Jalan atau Roadmap Tahap 2 Keuangan Berkelanjutan periode 2021-2025. Dalam rancangan tersebut, bank harus menyelaraskan operasional bisnis dengan memperhatikan lingkungan dan memberdayakan masyarakat sekitar sehingga bisnis bank dapat tumbuh berkelanjutan.

Rancangan ini menjadi tantangan bagi Bank Papua untuk terus mendorong perekonomian wilayah Papua secara agresif. Kendati menghadapi sejumlah tantangan, Bank Papua juga memiliki banyak peluang untuk turut mendongkrak ekonomi di Tanah Papua. Dalam hal ini, perekonomian Papua pada kuartal III 2021 mengalami pertumbuhan sebesar 14,54% dalam perhitungan tahunan atau year on year (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan nasional sebesar 3,51% (yoy).

Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) berdasarkan pengeluaran pada kuartal II 2021 didorong oleh meningkatnya kinerja ekspor dan investasi dari sisi Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB).

Kontribusi sektor usaha terbesar terhadap PDRB Provinsi Papua pada kuartal III disumbang oleh sektor pertambangan, yakni 37,86%, sektor konstruksi 13,80%, dan sektor pertanian sebesar 10,74%.

Continue Reading

CEO TALK

Wujudkan Transformasi Bisnis, Bank Papua Tiada Henti Berinovasi di Era Digitalisasi

Published

on

Bank Papua

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Bank Papua terus membuktikan kepiawaiannya dalam menghadirkan pelayanan terbaik yang relevan dengan kebutuhan nasabah di era digital saat ini. Senantiasa beradaptasi dengan berbagai tantangan yang ada, Bank Papua terus bertransformasi untuk mengambil setiap peluang yang ada dari masa ke masa sehingga mampu menorehkan performa keuangan yang positif dan terjaga dengan baik.

Kondisi pandemi Covid-19 yang terus berlangsung diiringi perkembangan teknologi yang masif telah mengubah perilaku masyarakat dalam berinteraksi sosial menuju ranah digital. Hal ini turut meningkatkan ekspektasi nasabah akan layanan perbankan yang mudah, cepat, serta dapat diakses kapan saja dan di mana saja.

Perubahan ekspektasi nasabah yang berpotensi terjadi secara permanen mendorong PT Bank Pembangunan Daerah Papua (Bank Papua) terus melakukan terobosan inovasi perbankan digital, demi memberi layanan yang optimal bagi para nasabah.

Bank pembangunan yang menguasai wilayah Timur Indonesia ini tak setengah hati mengembangkan layanan secara digital. Buktinya, sejumlah produk perbankan disiapkan dalam aplikasi Bank Papua Mobile Banking sesuai fungsi dan kebutuhan perbankan secara komprehensif.

Di dalam aplikasi terdapat layanan informasi saldo, transfer internal dan external, pembelian (voucher pulsa telepon, listrik PLN dan lainnya), dan pembayaran (tagihan telepon, Listrik PLN dan lainnya). Aplikasi bahkan telah dilengkapi dengan fitur pembayaran menggunakan QRIS. Hal ini tentu akan memudahkan nasabah bertransaksi langsung secara daring (online).

Bank Papua Mobile Banking dapat diakses melalui smartphone tipe OS Android, sehingga nasabah bisa melakukan berbagai transaksi perbankan secara aman, mudah, dan cepat melalui perangkatnya masing-masing. “Bank Papua juga menyiapkan produk pinjaman, financial technology atau uang digital, layanan transaksi keuangan digital, dan lainnya,” ujar Direktur Utama Bank Papua, F. Zendrato.

Seiring perkembangan zaman, Bank Papua menjalankan transformasi model bisnis menjadi digital banking dengan dukungan infrastruktur teknologi yang canggih.

Salah satunya, menurut Zendrato, Bank Papua meluncurkan layanan Whatsapp Business Corporate Bank Papua (WABA) yaitu, Papua Customer Care (PACE) demi memudahkan interaksi dan layanan nasabah.

PACE membantu nasabah untuk mendapatkan berbagai informasi terkait produk, jasa dan layanan Bank Papua selama 24 Jam real time. Caranya, nasabah cukup menyimpan nomor 081344605555 atas nama Papua customer care (PACE), dan masuk di aplikasi WhatsApp. Kemudian, pilih Papua customer care (PACE) dan ketik INFO (Hadiah, Tabungan, Giro, Tab, Depo, Kredit, Layanan, Transaksi, E-Channel, dan Info Aman).

Bank Papua juga menyediakan Aplikasi Papua Digital Service. Ini merupakan fitur layanan yang memudahkan nasabah Bank Papua untuk mengambil nomor antrean kapan dan di mana saja melalui telepon seluler.

Nasabah cukup mengunduh aplikasi Papua Digital Service, kemudian buka aplikasi, dan melakukan registrasi serta aktivasi (nama, nomor handphone dan password). Selanjutnya, login dengan nomor handphone dan password, pilih kantor cabang yang akan dituju, pilih jenis layanan (teller/cs), ambil nomor antrean. Kemudian, monitor nomor antrian.

Saat ini, Zendrato mengatakan, Bank Papua juga sedang mengembangkan aplikasi digital lending yang memudahkan pelaku usaha menengah, kecil, dan mikro (UMKM) dapat mengajukan kredit secara on-boarding langsung melalui smartphone.

Zendrato meyakini perubahan model bisnis ke arah digital akan menimbulkan potensi risiko, yaitu risiko perlindungan data nasabah dan risiko serangan siber. Untuk itu, Bank Papua menjalankan langkah antisipatif dengan mengimplementasikan jenis keamanan (security) dengan penguatan keamanan fisik maupun logic. Mulai dari kanal transaksi, perangkat interaksi end-user, infrastruktur security DC dan DRC dengan menggunakan berbagai metode.

Metode keamanan yang dijalankan termasuk penerapan Security Operation Center (SOC) yang memberikan laporan adanya ancaman setiap hari, juga audit independen untuk memastikan tingkat keamanan.

PERFORMA STABIL DI TENGAH KETIDAKPASTIAN EKONOMI

Selain digitalisasi, Bank Papua juga menghadapi tantangan dalam tataran ekonomi makro. Fluktuasi ekonomi global yang tinggi masih terjadi di tengah aksi pengurangan stimulus moneter bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve (The Fed). Kebijakan The Fed menaikkan suku bunga akhirnya menyebabkan ekonomi global terus menghadapi kondisi ketidakpastian dan berdampak pada kecemasan pelaku pasar keuangan, termasuk di Indonesia.

Kondisi ekonomi global turut berdampak pada ekonomi domestik. Ketidakpastian waktu berakhirnya pandemi berkorelasi dengan daya tahan perbankan dalam menyerap besaran Cadangan Kerugian Penurunan Nilai atau CKPN. Hal ini terutama berasal dari restrukturisasi kredit saat pandemi Covid-19 berlangsung.

Continue Reading

CEO TALK

Angkasa Pura I Hadirkan Fasilitas Untuk UMKM & PKL di Bandara Internasional Lombok

Published

on

Fasilitas

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Bandara Internasional Lombok yang dikelola oleh PT Angkasa Pura I, semakin siap untuk mendukung event internasional MotoGP 2022 yang akan digelar di Mandalika pada 18-20 Maret 2022 mendatang.

Selain telah diselesaikannya pengembangan infrastruktur di sisi udara dan perluasan terminal Bandara Internasional Lombok, Angkasa Pura I juga menghadirkan fasilitas-fasilitas bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil & Menengah (UMKM) dan Pedagang Kaki Lima (PKL) untuk berperan aktif serta mendukung kesuksesan pelaksanaan event internasional MotoGP 2022 di Mandalika.

“Angkasa Pura I senantiasa berkomitmen untuk menjadi wadah & turut serta memajukan ekonomi kreatif melalui pemberian peluang bagi pelaku UMKM & PKL di Provinsi NTB untuk mempromosikan dan menjual produk-produknya di tengah momentum pelaksanaan event MotoGP 2022 di Mandalika,” ujar Direktur Utama Angkasa Pura I, Faik Fahmi.

Bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Provinsi NTB, Angkasa Pura I menyediakan ruang untuk pemasangan instalasi Planogram. Planogram sendiri merupakan diagram yang menampilkan produk-produk kreatif UMKM Indonesia dalam rak display. Pengguna jasa dapat dengan mudah untuk mengetahui informasi dan foto produk kreatif, beserta QR Code yang akan menyambungkan dengan akun resmi pelaku kreatif di marketplace nasional atau platform penjualan lain.

“Planogram ini hadir di area terminal kedatangan penumpang di Bandara Internasional dan menampilkan produk-produk kreatif dari 300 peserta UMKM Indonesia. Produk yang ditampilkan seperti produk fashion, kriya, kuliner, hingga aksesoris terkait otomotif dan dapat dengan mudah dibeli oleh pengguna jasa secara cashless ataupun dibeli secara langsung,” kata Faik Fahmi.

Sedangkan untuk mendukung peningkatan ekonomi bagi komunitas PKL di sekitar Bandara Internasional Lombok, Angkasa Pura I telah menghadirkan fasilitas lapak usaha bagi PKL. Lapak usaha ini memiliki kapasitas 90 unit dan sebanyak 60 unit saat ini telah diisi oleh PKL. Area lapak usaha PKL ini berada sisi barat parkir kendaraan roda dua maupun roda empat Bandara Internasional Lombok.

“Total investasi pembangunan lapak usaha ini sendiri mencapai Rp. 4 miliar. Hadirnya lapak usaha bagi PKL ini merupakan komitmen dan perhatian kami untuk menyediakan tempat usaha yang nyaman, aman, bersih & tertib hingga mampu mendorong peningkatan pendapatan usaha bagi PKL di sekitar Bandara Internasional Lombok,” tambah Faik Fahmi. []

Continue Reading

BNI

Label

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM

error: Content is protected !!