Connect with us
PERTAMINA

CEO TALK

275 Tahun Pos Indonesia: Menjalankan Dua Peran dengan Baik

Published

on

Pos Indonesia

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Pos Indonesia memiliki 2 peran strategis yaitu sebagai korporasi perseroan harus mencetak profit, sementara di sisi lain, sebagai perusahaan milik negara, Pos Indonesia juga mengemban tugas menjadi agen pembangunan.

“Sesuai arahan menteri BUMN, bagaimanapun BUMN itu patuh terhadap UU perseroan, tapi juga patuh terhadap UU BUMN dan UU anti monopoli. Kami membantu pemerintah sebagai agen pembangunan, tetapi juga harus profit,” paparnya.

Untuk menjalankan kedua peran tersebut secara seimbang, perusahaan berupaya melakukan perhitungan dan analisis bisnis secara matang. Hal itu dibutuhkan agar perusahaan tidak mengalami kerugian, terutama di masa kritis seiring kondisi pandemi Covid-19 seperti saat ini.

Saat ini, perusahaan membantu pemerintah untuk menyalurkan bantuan sosial tunai kepada 10 juta keluarga. Tak hanya itu, Pos Indonesia juga membantu Perum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) untuk menyalurkan beras kepada 14 juta keluarga. Kedua tugas itu harus dilakukan secara efektif, efisien, dan cepat.

“Otomatis semua sumber daya kami kerahkan di seluruh cabang untuk menjalankan kedua tugas tersebut. Karena ini menyangkut kesejahteraan masyarakat, jadi harus terus berupaya dilakukan dengan cepat,” ujar Faizal.

Di sisi lain, imbuh Faizal, ketika menjalankan tugas negara, peran Pos Indonesia sebagai perusahaan yang mencari keuntungan menjadi sedikit tertunda. Untuk itu, perusahaan perlu mencari formulasi yang tepat agar kedua peran bisa berjalan secara seimbang.

Menurut Faizal, pada intinya adalah perusahaan selalu berupaya menyelesaikan tugas membantu program pemerintah secara optimal. Hal itu dilakukan tentu dengan tetap mengutamakan kepentingan masyarakat.

“Seninya menjadi perusahaan negara di sini, bagaimana tugas pemerintah selesai, tapi bisnis juga harus tetap tumbuh. ini menariknya menjadi BUMN,” pungkas Faizal.

Terkait bisnis, Menteri BUMN Erick Thohir pernah berpesan kepada dirinya bahwa agar Pos Indonesia terus berfokus mengembangkan lini bisnis utama, yakni bisnis layanan logistik dan jasa keuangan.

Saat ini, lanjut Faizal, ongkos logistik nasional diperkirakan mencapai 23% terhadap produk Domestik Bruto (PDB). Artinya, angka ini sangat besar. Dia memberi gambaran, dalam aktivitas produksi barang, alokasi ongkos logistik di Indonesia mencapai 20% terhadap biaya. Padahal di negara-negara lain, ongkos logistik hanya berkisar 9%-13% dari komponen biaya.

Artinya, barang-barang buatan Indonesia akan sangat sulit untuk berkompetisi dengan produk buatan luar negeri. Maka itu, Erick Thohir meminta Pos Indonesia bersama dengan sejumlah BUMN lain untuk membantu pemerintah menekan ongkos logistik.

Selain itu, imbuh Faizal, Pos Indonesia juga diminta untuk meningkatkan inklusi finansial. Pasalnya, masih ada 40% lebih penduduk indonesia yang tidak memiliki rekening bank.

Maka itu, perusahaan harus berupaya membantu pemerintah melakukan literasi keuangan, agar masyarakat berpikir pentingnya melakukan transaksi non-tunai (cashless) demi efisiensi.

Saat ini, Pos Indonesia terus mendamping Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk melakukan literasi keuangan. Dalam hal ini, perusahaan menggarap kalangan yang tidak dijangkau oleh Himbara.

Ke depan, Faizal berharap masyarakat dapat menggunakan produk-produk Pos Indonesia, baik produk fisik maupun inovasi digital yang diciptakan oleh perusahaan, salah satunya Aplikasi Pospay.

Selain itu, Pos Indonesia juga menyiapkan kurir layanan pengiriman dalam waktu satu hari. “Sampai saat ini, tingkat ketepatan waktu pengiriman PT Pos juga sudah berada di atas 92%, baik pengiriman di dalam negeri maupun di luar negeri,” tutur Faizal.

Laman: 1 2

CEO TALK

Berjuta Pengalaman Denny Firdaus Tapaki Karir di Industri Hotel & Pariwisata

Published

on

Denny Firdaus

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Denny Firdaus saat ini tercatat sebagai General Manager Swiss-Belresort Dago Heritage Bandung. Di bawah leadershipnya, ia dinilai sukses membawa kemajuan bagi hotel yang terletak di di kompleks Lapangan Golf Dago Heritage 1917 tersebut

Petualangan karir yang panjang dan berliku mengiringi perjalanan hidup Denny Firdaus, hingga akhirnya mencapai titik posisi yang boleh dibilang “impian” bagi orang yang berkarir di industri perhotelan.

Tentu tidak mudah, butuh waktu dan pengalaman panjang sehingga mampu mengasah kematangan dan pengalaman seseorang untuk mencapai level tertinggi pada industri ini.

Sejak muda, Denny memulai karir dari posisi paling bawah. Saat masih kuliah, ia mencoba peruntungan dengan menjadi petugas penghubung atau Liaison Officer dalam acara Indonesia International Skydiving Championship pada 1989.

Sejak saat itu, Denny mulai berpikir untuk terus menjalani pekerjaan di bidang event organizer dan pariwisata karena menganggap sektor ini memiliki prospek yang baik dan bisa menghasilkan pendapatan mumpuni.

Selepas lulus kuliah di Universitas Dhyana Pura Bali, Denny melamar pekerjaan di bidang perhotelan dan menjadi Front Office Supervisor di Bali Anggrek Inn, Kuta. Kurang dari satu tahun, Denny beralih profesi menjadi tour guide di wilayah Sanur, sebelum akhirnya kembali bekerja di hotel, dan menjadi Receptionist di Natour Kuta Beach Hotel.

Tak berselang lama, Denny mencoba peruntungan di industri pesiar, dengan menjadi awak kapal pesiar yang melancong ke berbagai negara. Saat itu, yang ada di dalam bayangannya hanya kesenangan bisa berkeliling dunia gratis, tanpa memikirkan bagaimana lelahnya bekerja di kapal pesiar sepanjang hari tanpa kenal waktu.

Setelah menjalani berbagai pelatihan, Denny berlayar hingga ke Florida, Amerika Serikat, dan Alaska. “Mungkin itu pengalaman yang tak terlupakan bagi saya, melihat negara-negara lain dari kacamata yang berbeda. Tidak semua orang punya kesempatan itu,” katanya.

Memulai dari Level Terendah

Setelah berlayar, Denny kembali ke daratan Pulau Dewata dan melanjutkan pengabdian dirinya menjadi petugas hotel di wilayah Kuta. Sejak saat itu, ia mulai memikirkan masa depan karir dan memiliki keinginan untuk menaikkan level tantangan dalam hidupnya dengan menjadi Assistant Front Office Manager.

Pada akhirnya, Denny menghentikan petualangan karirnya dan kembali berlabuh di hotel bintang lima di kawasan Jimbaran hingga bertahan selama lebih dari 7 tahun. Saat itu, Ia dipercaya memegang beberapa jabatan yang cukup krusial, antara lain, menjadi Night Manager, Manager on Duty, dan Assistant Reservation and Communication Manager. Dan cita-cita untuk mengembangkan karir mulai terpikirkan.

Bak gayung bersambut, hingga kemudian ada tawaran lain di Hotel Cabang International lainnya untuk berkarir sebagai Reservation Manager dan kemudian menjadi Resort Call Center Services Manager, yang mana Denny menghabiskan waktu 11 tahunnya di hotel yang berlokasi juga di Jimbaran tersebut.

Hingga kemudian tersadar untuk waktu 11 tahun yang cukup panjang itu, “Saat itu saya berpikir, masa segini aja, pasti saya bisa lebih maju,” ucapnya.

Yang mana, tantangan baru sebagai Rooms Division Manager dia raih dari salah satu resort berbintang 5 yang berlokasi di Ungasan, Bali.

Sampai akhirnya, setelah 3 tahun mengabdi di resort bintang 5 tersebut, Denny menjawab tantangan dan mengambil jabatan sebagai direktur operasi di salah satu hotel bagian dari Hotel Cabang Internasional.

Denny beberapa kali diberi kesempatan dan dipercaya oleh salah satu Hotel Cabang Internasional untuk menampuk tanggung jawab sebagai acting General Manager di hotel-hotel yang berlokasi di Belitung, Seminyak (Bali), Manado, termasuk salah satunya hotel yang masih dalam tahapan proyek penyelesaian di daerah Balikpapan.

“Tantangannya sangat besar dalam hal mengejar deadline (tenggat waktu), tapi kalau soal menyusun sistem dan manajemen dari awal itu lebih enak karena tahu titik detailnya seperti apa,” ujar pria kelahiran Bogor, 18 September ini.

Dalam melewati tantangan tersebut, Ia mengaku memiliki sejumlah strategi. Salah satunya, berupaya beradaptasi dengan lingkungan baru yang dikelolanya. Selain itu, ia berupaya menjalankan pekerjaan secara detail dan mengurangi celah kesalahan.

Continue Reading

CEO TALK

Menteri Pariwisata dan ekonomi Kreatif Nilai The Kitchen of Asia dapat Jadikan Medan Ibu Kota Kuliner Indonesia

Published

on

Menteri Pariwisata

Menteri Pariwisata dan ekonomi Kreatif Nilai The Kitchen of Asia dapat Jadikan Medan Ibu Kota Kuliner Indonesia

Continue Reading

CEO TALK

Bobby Nasution Tinjau Pembetonan Gang Lomba Tanjung Mulia Hilir Medan Deli

Published

on

Bobby Nasution
Continue Reading

BNI

Label

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM

error: Content is protected !!